03 June 2017 09:19 WITA

Mei 2017, Sulsel Deflasi 0,24 Persen

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Mei 2017, Sulsel Deflasi 0,24 Persen
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah melaksanakan penghitungan Inflasi Sulsel selama bulan Mei. Penghitungan ini didasari pada hasil survei Indeks Harga Konsumen yang dilakukan pada pasar tradisional dan pasar modern di 5 kota yakni, Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo.

Hasil survei ini  menunjukkan bahwa telah terjadi deflasi di Sulawesi Selatan sebesar 0,24 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,26 pada April 2017 menjadi 127,95 pada Mei 2017. 

"Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2017 sebesar 1,78 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2017 terhadap Mei 2016) sebesar 3,95 persen," kata Kepala BPS Sulsel Nursam Salam, Sabtu (2/6/2017).

Nursam mengatakan, terjadinya deflasi di Sulawesi Selatan pada Mei 2017 disebabkan oleh turunnya harga dan bahan makanan sebesar 1,34 persen, kelompok sandang turun sebesar 0,16 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan turun hingga 0,03 persen.

"Sedangkan empat kelompok lainnya mengalami inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,13 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,31 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen, rekreasi dan olahraga 0,10 persen. Angkanya tidak lebih besar dari deflasi yang terjadi. Makanya secara kumulatif deflasi," ungkap Nursam.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2017 antara lain, bawang putih, tarip listrik, daging ayam ras, telur ayam ras, wortel, kue kering berminyak, bensin, rokok kretek filter, rokok putih dan ikan mujair. 

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga diantaranya, cabai rawit, tomat sayur, tomat buah, ikan layang, bawang merah, tarip pulsa ponsel, gula pasir, emas perhiasan, kol putih atau kubis dan kentang.

Kelompok komoditas yang memberikan andil deflasi pada Mei 2017, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,319 persen kelompok sandang 0,012 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0055 persen.

Sedangkan yang memberikan sumbangan inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0206 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,0704 persen, kelompok kesehatan 0,0030 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,0054 persen.

Tags
BPS