02 May 2017 17:55 WITA

Jokowi Minta Sulsel Fokus Perdagangan, Pengolahan, dan Pertanian

Editor: Andi Chaerul Fadli
Jokowi Minta Sulsel Fokus Perdagangan, Pengolahan, dan Pertanian

RAKYATKU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Sulawesi Selatan (Sulsel) adalah salah satu provinsi yang bisa menjadi lokomotif penggerak pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi, bahkan di kawasan Timur Indonesia. Tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mencapai 7,41 persen di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hampir separuh atau sekitar 49,6%, perekonomian di Pulau Sulawesi terletak di Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Selatan juga menjadi simpul utama konektivitas yang menghubungkan antar daerah di Indonesia Timur,” kata Jokowi pada Rapat Terbatas Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/5/2017) sore.

Jokowi yakin, Sulawesi Selatan bisa tumbuh lebih cepat lagi dengan fokus kepada pengembangan sektor pertanian dan perikanan, sektor pengolahan dan perdagangan. 

Hal ini sesuai data yang diperoleh, kata dia, yang menunjukkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terutama tanaman pangan masih dominan dalam perekonomian Sulawesi Selatan dengan kontribusi sebesar 23,29 persen.

Untuk itu, Jokowi meminta agar pengembangan sektor pertanian ini terus betul-betul diperhatikan. Karena sektor ini bukan saja menyerap banyak tenaga kerja. "Tapi bisa menjadi pintu masuk untuk mensejahterakan rakyat, utamanya petani kita," jelas dia.

“Hal ini selalu saya tekankan, karena kita ingin perekonomian bisa tumbuh secara berkualitas, dimana pertumbuhan itu bisa berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan memperkecil ketimpangan pendapatan."

Untuk menopang pertumbuhan sektor pertanian, Jokowi meminta infrastruktur pendukung, seperti bendungan, saluran irigasi harus dipersiapkan dengan baik. Begitu juga dengan akses permodalan melalui skema KUR (Kredit Usaha Rakyat). 

Juga pengembangan industri pengolahan yang berkaitan dengan kesiapan tenaga listrik, suplai air baku, sampai dengan infrastruktur jalan transportasi, termasuk kereta api dan pelabuhan harus disiapkan.