20 April 2017 11:11 WITA

Rupiah Melemah Setelah Pemilihan Gubernur DKI Jakarta

Editor: Suriawati
Rupiah Melemah Setelah Pemilihan Gubernur DKI Jakarta
Uang pecahan Rp. 50.000 dan Rp. 100.000

RAKYATKU.COM - Mata uang Indonesia sedikit melemah pada hari Kamis (20/04) setelah jajak pendapat menunjukkan bahwa Gubernur incumbent, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kalah dalam pemilihan putaran kedua.

Nilai tukar rupiah terakhir diperdagangkan pada 13.325 terhadap dolar AS, 0,2 persen lebih lemah dari penutupan pada hari Selasa dengan 13.295. Pasar Indonesia tutup pada hari Rabu.

BACA JUGA: Anies Akan Temui Ahok di Balai Kota

Analis memperkirakan pasar memiliki reaksi "spontan" yang negatif terhadap kekalahan Ahok, namun mereka mengatakan bahwa perhatian investor pada akhirnya akan kembali.

Menurut hasil survey Pilkada DKI 2017 putaran kedua oleh Media Survei Nasional, pasangan Anies-Sandi memimpin dengan 49%, sementara Ahok-Djarot tertinggal dengan 47,1%.

BACA JUGA: Hasil Hitung Cepat Kompas: Ahok-Djarot 42%, Anies-Sandi 58%

Penetapan dan pengumuman hasil perhitungan suara tingkat provinsi dilakukan pada 29 April - 6 Mei 2017. Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih akan ditetapkan pada 5-6 Mei 2017.