13 February 2017 08:53 WITA

Industri Rumput Laut Terbentur Minimnya Peralatan

Editor: Vkar Sammana
Industri Rumput Laut Terbentur Minimnya Peralatan

RAKYATKU.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, industri pengolahan rumput laut terbentur dengan minimnya mesin peralatan. Padahal jika diproses dengan baik, komoditas rumput lalu memiliki nilai tambah tinggi. 
 
Rumput laut selain dapat dimanfaatkan untuk makanan, juga dikenal berguna di bidang farmasi dan kosmetika. Bahkan sisa pengolahan rumput laut yang tidak terpakai banyak digunakan sebagai pangan ternak dan pupuk. 
 
Darmin mengingatkan untuk tidak hanya mengolah rumput lalu sebagai panganan namun juga merambah ke industri lainnya. "Masalah rumput laut, pasarnya di luar negeri tidak terlalu besar kecuali diproses seperti menjadi karagenan yang dimanfaatkan dalam industri farmasi dan kosmetika," ujarnya. 
 
Pemerintah kedepannya tidak ingin perusahaan besar masuk industri pengolahan rumput laut. Pasalnya selama ini swasta khususnya perusahaan besar telah mendominasi industri kelapa sawit dan karet di Indonesia. 
 
"Melalui bantuan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), petani bisa mengembangkan pembibitan industri rumput laut secara mandiri. Swasta boleh masuk tapi hanya terbatas pembuatan kareganan karena hasil mereka lebih baik," tegas Darmin.
 
Darmin berpesan peningkatan kualitas produk rumput laut akan membuat komoditi lokal dapat bersaing di pasar nasional maupun mancanegara.