10 February 2017 09:44 WITA

Kredit Usaha Rakyat 2017 Fokus Sektor Produksi

Editor: Andi Chaerul Fadli
Kredit Usaha Rakyat 2017 Fokus Sektor Produksi
ilustrasi

RAKYATKU.COM - Kebijakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2017 akan diarahkan untuk mendorong sektor produksi. Porsi penyaluran KUR di sektor produksi (pertanian, perikanan, dan industri pengolahan) ditargetkan naik hampir dua kali lipat menjadi 40 persen dari realisasi tahun lalu sebesar 22 persen.
 
“Salah satu arah kebijakan 2017 adalah untuk mendukung kebijakan ketahanan pangan dan hilirisasi industri pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), akan ditingkatkan penyaluran KUR di sektor produksi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Rapat Kerja Komisi XI Dewan Permusyawaratan Rakyat (DPR) Pembahasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jakarta, kemarin.

Pemberdayaan UMKM sektor pertanian melalui pembiayaan KUR akan didukung dengan perluasan lahan pertanian dan pemasaran melalui program kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, serta kerjasama perusahaan besar.

Total plafon penyaluran KUR di tahun 2017 sebesar Rp110 triliun. Sesuai dengan usulan plafon masing-masing penyalur, serta rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total plafon yang telah ditetapkan baru sebesar Rp106 triliun. Masih terdapat sisa alokasi plafon sebesar Rp3,4 triliun (Semester 2).
 
Anggaran APBN 2017 untuk program KUR total sebesar Rp9,436 triliun, terdiri dari subsidi bunga KUR sebesar Rp9,022 triliun dan imbal jasa penjaminan sebesar Rp414,3 miliar.

Adapun realisasi penyaluran KUR per 31 Desember 2016 sebesar Rp94,4 triliun atau 94,4 persen dari target penyaluran Rp100 triliun. 

Non Performing Loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah sebesar 0,37 persen dan tersalurkan pada 4.362.599 debitur. Kendati angka ini sedikit di bawah target, namun patut diapresiasi di tengah kondisi melemahnya perekonomian global.

Tags