09 February 2017 16:08 WITA

Pemerataan Nasional Disokong Industri Makanan dan Minuman

Editor: Andi Chaerul Fadli
Pemerataan Nasional Disokong Industri Makanan dan Minuman

RAKYATKU.COM - Industri makanan dan minuman (Mamin) dinilai mampu menjadi instrumen yang berperan mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, sektor Mamin skala besar diharapkan memperkuat pendalaman struktur dan rantai nilai industrinya melalui kemitraan strategis dengan sektor skala kecil dan menengah.

“Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo bahwa program pemerataan di Indonesia menjadi sangat penting. Salah satunya, kami memacu lewat partnership di sektor Mamin. Karena selain makin menguatkan struktur industrinya, juga akan mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, belum lama ini.

Airlangga mengungkapkan, potensi industri Mamin dalam negeri cukup besar. Bahkan pertumbuhannya hampir dua kali dari pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Rata-rata pertahun, industri Mamin tumbuh 9,5 persen. Sedangkan ekonomi lima persen,” ujarnya. Industri Mamin juga disebut memiliki daya saing kuat dan pemainnya beragam. 

“Tidak ada pelaku yang mendominasi. Supply chain-nya tidak terganggu, mulai bahan baku, produksi, sampai ke konsumen. Makanya, IKM Mamin yang di daerah hidup,” tambah Airlangga.

Untuk makin meningkatkan pertumbuhan dan struktur industri Mamin nasional, Airlanga menegaskan, pemerintah mendorong agar sektor prioritas ini ikut berperan mendukung program pendidikan dan pelatihan vokasi industri. 

“Bapak Presiden menegaskan pula bahwa pengembangan industri di Indonesia harus didorong oleh SDM yang andal dan kompeten,” kata dia.

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang dimaksud, Kemenperin meminta kepada pelaku industri Mamin untuk juga mengembangkan kemitraan dengan Sekolah Menengah Kejuruan di sekitar lokasi pabrik agar meningkatkan kompetensi para siswa/siswi SMK tersebut.