Kamis, 26 Januari 2017 18:22 WITA

Begini Cara Dirjen PKH Kementan Hadapi Tantangan Bisnis Peternakan

Editor: Andi Chaerul Fadli
Begini Cara Dirjen PKH Kementan Hadapi Tantangan Bisnis Peternakan

RAKYATKU.COM - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), drh I Ketut Diarmita mengajak semua pihak untuk menatap prospek dan tantangan bisnis peternakan kedepan dengan positif dan bahu membahu antar stakeholder memajukan subsektor peternakan dan kesehatan hewan. 

Hal tersebut disampaikannya pada saat menjadi Keynote Speaker pada Seminar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) yang mengangkat tema "Outlook Peternakan 2017 : Prospek dan Tantangan Bisnis Peternakan” di kampus Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta, Kamis (26/1/2017).

"Kita semua harus saling bahu membahu dan harus bisa menjawab dengan positif semua tantangan bisnis peternakan kedepan," ujar Diarmita.

Ketua Pengurus Besar (PB) ISPI, Prof Ali Agus menyambut positif ajakan Dirjen PKH dengan siap mengerahkan anggotanya di ISPI. Baik dari akademisi maupun praktisi dibidang peternakan untuk berperan memberikan masukan-masukan.

Hadir pada pertemuan dimaksud dari asosiasi peternakan seperti Gapuspindo, Pinsar Ayam petelur nasional, Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI), perwakilan dari dinas, akademisi dan mahasiswa.

loading...

Mencermati kondisi industri peternakan Indonesia ke depan, Dirjen PKH memiliki beberapa catatan yang perlu mendapatkan perhatian. “Untuk industri sapi dan daging sapi, saat ini masih lebih berkembang ke arah hilir, terutama ke bisnis penggemukan dan impor daging," katanya.

"Secara umum memang kita masih mengandalkan pasokan impor untuk menutupi kebutuhan daging sapi di kota-kota besar, terutama untuk wilayah Jabodetabek," ungkap I Ketut Diarmita.

Dirjen PKH menjelaskan, dalam rangka pengendalian harga daging sapi, pemerintah juga akan tetap melakukan diversifikasi  negara asal impor untuk menjamin ketersediaan daging di pasar. 

Loading...
Loading...