10 January 2017 11:49 WITA

Pemerintah Bakal Bangun Dapur Bersih untuk IKM Pangan di Daerah

Editor: Andi Chaerul Fadli
Pemerintah Bakal Bangun Dapur Bersih untuk IKM Pangan di Daerah
Sumber: Kemenperin.go.id

RAKYATKU.COM - Pemerintah akan membangun dapur bersih untuk industri kecil dan menengah (IKM) pangan di daerah. Langkah ini diambil untuk meningkatkan mutu produk makanan dan minuman yang dihasikan IKM dalam negeri melalui perbaikan sanitasi dan higienitas di dapur sebagai ruang produksi.

“Berdasarkan data BPS tahun 2012, populasi IKM pangan memiliki jumlah paling banyak dibandingkan IKM sektor lainnya, yakni mencapai lebih dari 1 juta unit atau 30 persen dari jumlah IKM keseluruhan di Indonesia dengan menyerap jumlah tenaga kerja sebanyak 3,17 juta orang,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, belum lama ini.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian menggandeng PT Arwana Citramulia Tbk dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dengan Direktur Operasional PT Arwana Citramulia Tbk Edy Suyanto tentang Pembuatan Dapur Bersih Industri Kecil dan Menengah Pangan di Daerah.

“Sebagai bagian dari komitmen kerja sama ini, kami merekomendasikan sentra IKM pangan potensial yang akan mendapatkan bantuan melalui usulan Disperindag daerah,” ujar Gati. 

Sedangkan PT Arwana Citramulia Tbk akan memberikan bantuan keramik sesuai kebutuhan IKM tersebut. “Upaya kami ini merupakan salah satu kegiatan dari corporate social responsibility yang rutin kami lakukan bersama Kemenperin,” kata Edy. 

Pada tahap awal tahun 2017, perusahaan akan menyediakan bantuan keramik kepada sentra IKM pangan seluas 5.000 m2. Selanjutnya, kedua belah pihak akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala minimal enam bulan sekali.

Sebelumnya, Kemenperin dan PT Arwana Citramulia Tbk telah memfasilitasi pemberian keramik untuk pembuatan dapur bersih IKM pangan di beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Rote Ndao, dan Rejang Lebong selama periode 2013-2016.

Berita Terkait