09 January 2017 04:01 WITA

Stok Kurang, Petani Cabai Panen Dini

Editor: Jumardin Akas
Stok Kurang, Petani Cabai Panen Dini

RAKYATKU.COM, PINRANG - Petani cabai di Desa Padalloang, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulsel terpaksa memetik cabai yang belum matang untuk dikirim ke provinsi lain.

Pemilik Kebun Cabai Hj Jenne mengatakan, permintaan pasokan cabai dari beberapa provinsi di Indonesia melonjak drastis sehingga petani cabai harus memetik meski belum matang. "Karena cabai yang masak sudah habis, sementara permintaan berdatangan terus," kata dia, kepada Rakyatku.com di kebunnya Desa Padalloang Minggu (8/01/2017) sore.

Hj Jenne mengatakan, alasan lain sehingga dipetik dalam keadaan mengkal, agar cabai yang dikirim tidak cepat membusuk sebelum sampai ke tempat tujuannya.

Sejak harga cabai meroket, kata dia, tanaman cabai di kebunnya terpaksa dipanen empat kali seminggu. "Ini untuk memenuhi permintaan dari daerah lain".

Menurut dia, daerah yang memasok cabai dari Desa Padalloang diantaranya Samarinda dan Balikpapan untuk wilayah Kalimantan Timur dan Tarakan untuk Kalimantan Utara.

Petani cabai lainnya Hasnah menambahkan, harga cabai rawit di tingkat petani hanya berkisar Rp45 ribu per kilogram. "Itu sudah termasuk upah buruh petik," katanya.

Sementara, harga cabai di pasaran, khususnya di luar Sulsel bahkan telah mencapai Rp100 ribu.