05 January 2017 11:31 WITA

Januari 2017 Inflasi Sulsel Diperkirakan Tinggi, Ini Alasannya

Editor: Almaliki
Januari 2017 Inflasi Sulsel Diperkirakan Tinggi, Ini Alasannya

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan memprediksi inflasi cukup tinggi bakal terjadi selama Januari 2017. Asumsinya, inflasi Sulsel bakal berada di kisaran angka 0,5-0,9 persen (mtm).

Angka tersebut meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan inflasi yang terjadi pada Desember 2016 yang hanya mencapai 0,30 persen.

Kepala BI Sulsel Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi mengapa inflasi selama Januari 2017 diprediksi cukup tinggi. 

“Pertama, Januari masih merupakan musim tanam. Sehingga pasokan minim dan mendorong kenaikan harga kelompok volatile food,” ungkap Wiwiek pada jumpa pers yang digelar di Kantor Perwakilan BI Sulsel, Rabu kemarin (4/1/2017).

Meski demikian, lanjut Wiwiek, masyarakat Sulsel tak perlu merasa khawatir akan pasokan kebutuhan pokok seperti beras. Ketersediaan stok beras oleh Bulog diperkirakan terjaga dan mampu bertahan hingga Mei 2017. “Stok beras BULOG mencapai 340 ribu ton, dan waktunya akan sampai pada musim panen,” jelas Wiwiek.

Pola tanam juga diprediksi akan kembali pada pola normalnya. Di mana kata Wiwiek, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG) memperkirakan pada 2017 tidak akan ada penguatan fenomena El Nino maupun La Nina.

Selain itu, faktor lainnya yaitu adanya penyesuaian tarif dasar listrik yang dipengaruhi nilai tukar dan, harga minyak dunia diperkirakan mendorong laju inflasi pada level moderat.

“Penyesuaian tarif listrik yang berlaku pada Januari 2017 ada di kisaran 2-11 persen pada seluruh golongan diperkirakan dapat mendorong inflasi pada kelompok barang dan jasa yang diatur pemerintah,” katanya.

Tak hanya itu, kenaikan upah (UMP/UMK) yang mendorong daya beli masyarakat juga diangggap mampu menjadi pemicu terjadinya inflasi di Januari 2017. “Di 2017 ini kenaikan UMP mencapai 11,11 persen (yoy) dari Rp 2.250.000 di 2016 menjadi Rp 2.500.000 di 2017,” terangnya.