05 January 2017 09:36 WITA

Triwulan I 2016, Kinerja Perbankan Diprediksi Stagnan

Editor: Almaliki
Triwulan I 2016, Kinerja Perbankan Diprediksi Stagnan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Awal tahun menjadi momen yang cukup paceklik bagi perbankan. Begitu pula dengan awal tahun 2017 yang diprediksi bakal tumbuh stagnan atau bahkan negatif jika dibandingkan dengan triwulan IV 2016. Penyaluran kredit di triwulan I 2017 diprediksi berkisar Rp100-an triliun atau bahkan lebih rendah. 

Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan stagnansi pertumbuhan perbankan di awal tahun, bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Alasannya hal ini telah menjadi tren di kalangan masyarakat perbankan.

"Sudah jadi kebiasaan yang terjadi awal tahun para pengusaha yang meminjam dana di bank, umumnya akan melunasi utangnya. Sehingga dana kredit yang beredar kembali ke perbankan," kata Wiwiek.

Kendati demikian, jika dilakukan perbandingan secara tahunan antara Triwulan I 2016 dengan Triwulan I 2017, diperkirakan akan tetap tumbuh antara 13-15 persen di sektor kredit perbankan. 

Pertumbuhan kinerja perbankan menurut Wiwiek, akan mulai membaik di pertengahan Triwulan II atau awal Triwulan III di mana sejumlah proyek-proyek besar akan mulai masuk masa tender, atau pengerjaan sehingga sejumlah pengusaha membutuhkan banyak dana sebagai modal kerja. 

"Apalagi di bidang konstruksi. Kita juga menggenjot agar perbankan lebih banyak menyalurkan kreditnya kepada sektor-sektor produktif daripada sektor konsumtif, agar kondisi kredit perbankan tetap sehat dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi," katanya.