Rabu, 04 Januari 2017 12:49 WITA

Tax Amnesty Kerek Kinerja Perbankan di Sulsel

Editor: Andi Chaerul Fadli
Tax Amnesty Kerek Kinerja Perbankan di Sulsel
ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Secara umum, kinerja perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan peningkatan pada November 2016. Sehingga fungsi intermediasi juga berjalan dengan baik.

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulsel mencatat total aset perbankan di Sulsel sebesar Rp124,50 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun tercatat Rp81 triliun dalam periode yang sama. 

Kepala BI Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat menjelaskan ada tiga alasan peningkatan kinerja perbankan di Sulsel terjadi. Pertama, perilaku masyarakat perbankan triwulan terakhir yang berupaya meraih target pertumbuhan tahunan. Sesuai dengan target masing-masing perbankan. Sehingga terjadi peningkatan penyaluran kredit maupun pengumpulan DPK.

Kedua, banyaknya masyarakat yang sudah memanfaatkan program Tax Amnesty. Program ini banyak di manfaatkan para pengusaha sehingga konsentrasi di Tax Amnesty.

Tax Amnesty Kerek Kinerja Perbankan di Sulsel

"Ketiga tren penurunan suku bunga kredit perbankan. Sehingga banyak pengusaha melakukan pinjaman pembiayaan. Ini merupakan salah satu pemicu terbesar pertumbuhan kinerja perbankan," ujarnya.

Penyaluran kredit perbankan di Sulsel mencapai Rp102,93 triliun, tumbuh 12,75 persen dari November 2015 ke November 2016. Pertumbuhan kredit ini didominasi kredit investasi dengan kenaikan 14,65 persen, lalu kredit konsumsi 12,67 persen, dan modal kerja 11 persen.

"Berdasarkan lokasi, penyaluran kredit tertinggi tercatat di Kota Makassar 65,56 persen , diikuti Kota Parepare 5 persen dan Kota Palopo 3,35 persen," katanya.

Dia menjelaskan, pertumbuhan kredit tertinggi tercatat pada Industri Pengolahan yang tumbuh signifikan sebesar 43,75 persen (yoy), diikuti Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan sebesar 39,65 persen (yoy), dan Perikanan tumbu 36,26 persen (yoy). 

Kendati, kata Wiwiek, kredit bermasalah perbankan justru membaik pada November 2016 dengan rasio 2,51 persen dibandingkan November 2015 yang mencapai 3,72 persen.