03 January 2017 12:29 WITA

Soal Pemutusan JP Morgan, Rizal Ramli Sebut Menkeu Panik Berlebihan

Editor: Jumardin Akas
Soal Pemutusan JP Morgan, Rizal Ramli Sebut Menkeu Panik Berlebihan
Rizal Ramli

RAKYATKU.COM - Ahli Ekonomi Rizal Ramli mengkritik langkah pemutusan JP Morgan Chase Bank oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

Pemutusan tersebut dinilai Rizal cukup berlebihan. Rizal Ramli bahkan mengatakan Menkeu ngambekan dan tidak bagus bagi Indonesia.

"Reaksi panik Menkeu berlebihan, ngambekan. Tidak bagus untuk Indonesia. Kreatif dikit dong, cari terobosan," tulis mantan Menko Maritim itu lewat akun twitternya.

Kerja sama Indonesia dengan JP Morgan Chase Bank diputus per 1 Januari 2017 lantaran JP Morgan mendowngrade Indonesia 2 level dari Overweight ke Underweight. 

JP Morgan Chase Bank adalah bank persepsi dan juga agen penjual utama (primary dealer) surat utang pemerintah di Indonesia yang sebelumnya ditunjuk oleh Menteri Keuangan.

Dengan pemutusan hubungan kerja sama sebagai bank persepsi, JPMorgan Chase Bank diminta untuk tidak menerima setoran penerimaan negara di seluruh cabangnya.

Rekomendasi JP Morgan dinilai berpotensi menciptakan gangguan stabilitas sistem keuangan nasional seperti yang pernah dikeluarkan pada 20 Agustus 2015. Penurunan level itu dapat menjadi acuan bagi investor untuk mengurangi kepemilikan surat utang di Indonesia.