30 December 2016 12:22 WITA

Ini Alasan Hotel dan Restoran di Sulsel Sulit Tersertifikasi

Editor: Vkar Sammana
Ini Alasan Hotel dan Restoran di Sulsel Sulit Tersertifikasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Berdarsarkan data PHRI Sulawesi Selatan, jumlah hotel di Sulawesi Selatan saat ini sudah mencapai 180 hotel, baik berbintang maupun non bintang. Dari jumlah tersebut, praktisi sekaligus akademisi pariwisata Farid Said mengatakan, diantara hotel-hotel tersebut belum satupun yang tersertifikasi.

Pasalnya, salah satu syarat terberat untuk mendapatkan sertifikasi usaha tersebut adalah minimal 60 persen dari tenaga kerja hotel telah memiliki sertifikasi profesi di bidangnya masing-masing. 

"Belum ada di Sulsel yang tersertifikasi usaha. Mungkin kalau kita estimasikan baru tahun 2020 ada yang yang tersertifikasi. Apalagi hotel-hotel yang karyawannya banyak," kata Direktur LSP Pariwisata Angingmammiri ini. 

Farid melanjutkan, saat ini tenaga kerja perhotelan telah mencapai 35 ribu orang dan total yang tersertifikasi belum mencapai 1 persen dari total tersebut. Makanya ke depan pihaknya sangat mengharapkan dukungan pemerintah dan PHRI untuk menggenjot jumlah karyawan yang tersertifikasi.

Hal senada juga disamapaikan oleh ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga. Menurutnya, melakukan sertifikasi kepada karyawan adalah kewajiban para pelaku usaha perhotelan dan pemerintah. Selain untuk meningkatkan kapasitas SDM sehingga mampu bersaing. Sertifikasi terhadap karyawan hotel juga akan meningkatkan citra hotel itu sendiri dengan diraihnya sertifikat usaha. 

"Sertifikasi profesi ini adalah kewajiban yang diatur dalam UU pariwisata no.10 tahun 2009. Ini mutlak bagi setiap karyawan.  Dalam kaitannya dengam lembaga survey usaha, jumlah karyawan terseetifikasi sebanyak 60 persen akan menjadi syarat utama agar hotel layak meraih Sertifikasi Usaha," katanya.

Tags
hotel