Rabu, 21 Desember 2016 14:19 WITA

Indonesia Patut Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Editor: Andi Chaerul Fadli
Indonesia Patut Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

RAKYATKU.COM - Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserved (The Fed) dalam sidang The Federal Open Market Committee (FOMC) menaikkan suku bunga acuan Federal Funds Rate sebesar 0,25 basis poin, yaitu dari 0,5% menjadi 0,75% pada pekan lalu. 

Beberapa ekonom menilai, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus mulai meningkatkan persiapan untuk menghadapi kenaikan suku bunga The Fed ke depannya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Masyita Crystallin mengakui bahwa saat ini penganggaran telah dilakukan secara credible oleh pemerintah. Selain itu, pemerintah juga terus berusaha mempersempit ketimpangan infrastruktur, agar daya saing ekonomi dapat meningkat. 

“Tapi, pemerintah perlu memastikan pelaksanaan proyek-proyek prioritas yang berguna sebagai stimulus ekonomi di jangka pendek namun juga untuk meningkatkan potential output di jangka panjang,” jelasnya dikutip dari situs Kemenkeu, Rabu (21/12/2016).

Ekonom Yoopie Abimanyu mengatakan bahwa dari pemerintah dan BI harus bersiap diri. Kenaikan suku bunga dapat mempengaruhi depresiasi nilai tukar Rupiah. 

Loading...

Di sisi APBN, pelemahan rupiah dapat membebani pembayaran hutang dan obligasi dalam Dolar. “Sedangkan dari sisi moneter, BI selama ini melakukan relaksasi moneter melalui penurunan tingkat bunga, kemungkinan harus menahan semua instrumen moneter,” katanya.

Sementara itu, Ekonomi Wahyu Ario Pratomo menjelaskan bahwa salah satu hal yang perlu diantisipasi adalah berkurangnya cadangan devisa Indonesia, karena terjadinya capital outflow dari pasar keuangan. 

“Bagi Indonesia yang perlu ditingkatkan adalah penanaman modal asing melalui kemudahan dalam berbisnis karena capital inflow ke sektor riil lebih menjamin kestabilan cadangan devisa kita,” ungkapnya. 

Loading...
Loading...