Kamis, 05 Mei 2016 09:17 WITA

Kerjasama Industri Indonesia-Timor Leste Diperkuat

Editor: Andi Chaerul Fadli
Kerjasama Industri Indonesia-Timor Leste Diperkuat
Menteri Perindustrian Republik Indonesia Saleh Husin (kanan) dengan Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Lingkungan Hidup Republik Demokratik Timor Leste Constâncio Da Conceição Pinto. dokumentasi Kemenperin.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Timor Leste jalan bersama mendorong perkembangan ekonomi, khususnya di sektor industri, perdagangan, dan investasi. 

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Kesepakatan Kerja Sama Teknik Industri (Memorandum of Understanding on Industrial Technical Cooperation) antara Menteri Perindustrian Republik Indonesia Saleh Husin dengan Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Lingkungan Hidup Republik Demokratik Timor Leste Constâncio Da Conceição Pinto di Kementerian Perindustrian, Jakarta.

“Dalam upaya peningkatan kapasitas SDM, kami telah berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Timor Leste dengan nilai sebesar 6 juta dollar Amerika Serikat yang dilaksanakan sejak tahun 2013-2017 melalui program kerja sama teknik luar negeri yang dilakukan oleh berbagai Kementerian dan Lembaga terkait,” ujar Saleh Husin melalui keterangan tertulisnya.

Di bidang industri, cakupan kerja sama yang akan dibangun kedua negara meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan kemampuan institusional, program pelatihan di bidang industri tertentu, pertukaran informasi, pelatihan teknis, bantuan tenaga ahli, serta promosi produk industri dan kegiatan lainnya yang disepakati kedua belah pihak.

Loading...

Constâncio Da Conceição Pinto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Indonesia atas dukungannya kepada Timor Leste untuk memastikan negara termuda di Asia itu mampu berkompetisi untuk menarik investor dan mengadopsi reformasi untuk mempercepat keanggotaan di ASEAN.

“Kami juga telah mengembangkan kebijakan industri nasional yang memfokuskan industri berbasis sumber daya. Tujuannya meningkatkan kontribusi industri manufaktur dan mendapatkan nilai tambah,” ujarnya.

Loading...
Loading...