01 December 2016 12:47 WITA

Belanja Pemerintah dan Investasi Penyebab Perlambatan Ekonomi Sulsel

Editor: Andi Chaerul Fadli
Belanja Pemerintah dan Investasi Penyebab Perlambatan Ekonomi Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Hasil survei Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan wilayah Sulsel mencatat Perlambatan pertumbuhan perekonomian Sulsel triwulan III 2016 mencapai 6,8 persen. Jauh tergerus dari triwulan sebelumnya yang mencapai 8,2 persen. 

Kepala BI Sulsel Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, perlambatan ini disebabkan oleh konsumsi pemerintah dan investasi. Pada triwulan III 2016 konsumsi pemerintah terkontraksi 3,52 persen (yoy), sementara investasi tumbuh 6,71 persen  (yoy) lebih rendah dari pertumbuhan periode sebelumnya. 

Wiwiek menjelaskan daya dorong APBD Provinsi Sulsel terhadap perekonomian sampai dengan triwulan III 2016 terlihat belum optimal. Realisasi belanja hingga akhir triwulan III baru tercatat Rp4,05 triliun atau 55,99 persen dari  yang dianggarkan sebesar Rp7,22 triliun. 

"Sebagian besar penyerapan anggaran direalisasikan untuk belanja operasional angkanya kira-kira 71,54 persen  dan belanja transfer sebesar 22,37 persen." jelas Wiwiek, Kamis (1/12/2016).

Sementara itu yang direalisasikan untuk belanja modal masih tergolong minim yaitu baru mencapai 6,09  persen. Kondisi yang hampir sama juga terjadi pada APBD Kabupaten/Kota. 

Dari Total anggaran sebesar Rp33,42 triliun, hingga akhir semester I 2016 baru berhasil direalisasikan sebesar Rp11,31 triliun atau 33,84 persen. Sementara itu, pencapaian realisasi belanja pada APBN yang dialokasikan di Sulsel terlihat lebih baik. 

Sampai akhir triwulan III 2016 telah terealisasi sebesar Rp11,67 triliun atau 61,28 perden dari yang dianggarkan sebesar Rp19,04 triliun. 

Di sisi lain, perlambatan pertumbuhan tertahan oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga meningkat dari 5,62 persen (yoy) pada triwulan II 2016 menjadi 5,73 persen (yoy) pada triwulan laporan.

Kendati demikian, BI Sulsel optimis, pada  triwulan IV 2016 dan keseluruhan 2016, perekonomian Sulsel diperkirakan tumbuh meningkat dari periode sebelumnya. 

"Hal ini dikarenakan terdapat potensi di sektor industri pengolahan dan perdagangan. Peningkatan terjadi di sektor industri pengolahan terjadi karena industri besar, menengah dan kecil yang semakin menguat," kata Wiwiek.

Sementara, di sektor perdagangan lebih disebabkan pada terjaganya tingkat konsumsi masyarakat sehingga mendorong sektor perdagangan.