25 November 2016 20:52 WITA

Jokowi Kepincut Pertumbuhan Ekonomi Sulsel

Editor: Andi Chaerul Fadli
Jokowi Kepincut Pertumbuhan Ekonomi Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sosialisasi Tax Amnesty tahap dua di Hotel Grand Clarion Makassar, Jumat (25/11/2016).

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, tekanan ekonomi dua tahun belakangan menjadi tantangan berat bagi Indonesia. Hal ini terjadi karena perekonomian dunia tertekan, sehingga setiap negara berebut arus investasi.

"Termasuk Negara kita. Tetapi kita lupa, sebetulnya kekayaan kita. Uang kita di bawah bantal, di bawah kasur, yang disimpan di luar negeri, banyak sekali," kata Jokowi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama, kata dia, tumbuh 4,94 persen. Kemudian kuartal dua 5,18 persen dan kuartal tiga 5,02 persen. Sedangkan negara lain ada yang anjlok bahkan ada minus. Indonesia masih bisa bertahan untuk tumbuh meskipun tipis.

"Sulsel pertumbuhan ekonominya 8,05 persen. Makasih Pak Gubernur sudah digerakkan ekonomi di sini. Mesti saya datangi, supaya semuanya ikut Tax Amnesti. Ingin agar Tax Amnesty di Sulsel bisa semuanya bergerak," jelas Jokowi.

Ia mengungkapkan, data dari kementrian yang saat ini ia kantongi, uang Indonesia yang ada di luar negeri sebesar Rp11.000 triliun.

"Pada tahap pertama kita menjadi negara yang terbaik dalam program Tax Amnesty. Pemasukan kita Rp98,8 triliun. Ini bukan angka yang kecil dibandingkan negara lain. Deklarasi mencapai Rp3.500 triliun. Repatriasi Rp137 triliun. Duit yang gede sekali," tambahnya.

Tapi ia menilai, nilai itu masih kecil untuk arus uang yang masuk. Hingga dirinya ingin mendorong lagi arus uang masuk ke Indonesia masuk melalui Tax Amnesti tahap kedua, Oktober hingga akhir Desember mendatang.

Kegiatan sosialisasi Tax Amnesty tersebut juga dihadiri Dirjen Pajak dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani.