25 November 2016 07:43 WITA

Triwulan III, Sistem Pembayaran Non Tunai Tumbuh Pesat 

Editor: Vkar Sammana
Triwulan III, Sistem Pembayaran Non Tunai Tumbuh Pesat 

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Perkembangan sistem pembayaran non tunai di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami perkembangan yang menggembirakan. Transaksi non tunai pada September 2016 yang dilakukan melalui sarana kliring mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah warkat yang dikliringkan pada September 2016 sebanyak 113 ribu lembar dengan nominal Rp5,37 triliun. Nilai kliring tersebut meningkat cukup pesat hingga 45,30 persen (yoy) apabila dibandingkan nilai kliring pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp3,7 triliun, dengan jumlah warkat 96 ribu lembar.

"Peningkatan ini disebabkan oleh adanya perubahan nominal threshold transksi melalui sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dari Rp100 juta menjadi Rp500 juta yang berlaku sejak 16 November 2015 s.d. 30 Juni 2016 saat masa transisi RTGS Gen II," jelas Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Wiwiek Sisto Widayat.

Namun demikian lanjut Wiwiek, transaksi kliring tersebut lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp5,61 triliun, dengan jumlah warkat 121 ribu lembar.

Sementara itu, sejalan dengan meningkatnya transaksi non tunai yang meningkat maka pada September 2016 jumlah uang kartal yang masuk (inflow) ke kas Bank Indonesia Provinsi Sulsel tercatat Rp1,8 triliun, lebih besar dibanding uang kartal yang dikeluarkan (outflow) sebesar Rp1,09 triliun, sehingga secara keseluruhan tercatat net inflow sebesar Rp0,71 triliun.