24 November 2016 15:42 WITA

Sulsel Surplus 1 Juta Ton Padi, Mentan: Terima Kasih

Editor: Andi Chaerul Fadli
Sulsel Surplus 1 Juta Ton Padi, Mentan: Terima Kasih

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman secara tiba-tiba mengunjungi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang di rungan kerjanya, Kamis (24/11/2016).

Awalnya pertemuan tersebut digelar secara tertutup. Kemudian Mentan Amran dan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang melakukan jumpa pers, didampingi Asisten I Pemprov Sulsel, Andi Herry Iskandar dan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Holtikultura Sulsel, Fitriani.

Dalam kesempatan tersebut, Amran menjelaskan, dalam pencapaian dua tahun kepemimpinan Jokowi-JK ini, sektor pertanian Indonesia meningkat secara signifikan. Hal ini terlihat dari menurunnya impor hasil pertanian di Indonesia di tahun 2016 ini.

"Khususnya di sektor pertanian ini berkat kerja keras kita semua. Kami berterima kasih kepada Pemerintah di Sulsel yang surplus 1 juta ton padi tahun ini. Pengadaanya juga demikian. Kita impor beras setelah 33 tahun, dan ini tahun kita tidak megimpor beras. Ini luar biasa karena kerja keras kita semua. Padahal kita ada el nino, yang terbesar sepanjang sejarah yaitu pada 2015," ungkap Amran.

Selain padi atau beras sebagai bahan makanan pokok yang tidak lagi diimpor, bahan pertanian lainnya juga mengalami penurunan impor di tahun ini. Sebut saja Komuditi bawang yang tahun ini, Indonesia tidak lagi menerima bawang impor. Begitu pula dengan cabai segar.

"Jagung ektrim kita impornya turun 60 persen sekitar 3 juta ton. Capaian ini diamini oleh ekomonic inteligent unit, the global food security indeks. Itu metunjukkan bahwa food security kita lompatannya nomor satu dunia. Ini juga diakui oleh FAO (Food and Agriculture Organization)," jelas Amran bangga.

Namun, secara tegas ia mengatakan pencapaian ini jangan sampai membuat pihak-pihak terkait cepat berpuas diri. Ia mengatakan, pihaknya akan terus merusmuskan dan mendesain untuk Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 30 tahun ke depan. 

Amran juga menegaskan kepada semua pihak jangan terikat pada keterbatasan anggaran APBN untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. "Anggaran kita turun 35 persen tapi produksi kita naik untuk tahun ini," kata Amran.

Berita Terkait