24 November 2016 11:55 WITA

Nilai Kredit Bank Syariah di Sulsel Susut

Editor: Andi Chaerul Fadli
Nilai Kredit Bank Syariah di Sulsel Susut

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penyaluran kredit dari perbankan syariah di Sulawesi Selatan menyusut sekitar 1,42 persen pada September 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Hingga akhir triwulan III tahun ini, perbankan syariah di Sulsel sudah menyalurkan Rp5,67 triliun. Penurunan ini tidak lepas dari persaingan produk kredit dari perbankan.

Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Kamaruddin Kamisi mengatakan, tantangan besar yang dihadapi bank syariah dalam menyalurkan kredit adalah gempuran produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah. 

"Pengelola bank justru harus mengaggap ini tantangangan tambahan. Makanya mereka menyasar segmentasi pembiayaan lebih tinggi," katanya.

Misalnya perusahaan yang dipimpinnya, PT Panin Syariah Makassar melalui produk bersinggungan, pembiayaan Usaha Kecil Menengah (UKM), fokus pada skema pembiayaan di atas Rp500 juta.

"Kalau KUR maksimal Rp500 juta, sementara produk pembiayaan UKM kami menyasar Rp100 juta-Rp2 miliar. Jadi kami masih punya segmen potensial lain, yakni di atas Rp500 juta-Rp2 miliar perportofolio," jelasnya.

Penurunan kredit dari bank-bank syariah di Sulsel terasa pada pembiayaan investasi yang terkoreksi hingga -7,06 persen dari periode September tahun lalu.

Namun perbankan syariah di Sulsel masih disokong pertumbuhan kredit dari sektor modal kerja yang terkerek hingga 3,03 persen dari periode yang sama di tahun lalu. Begitu juga dengan kredit konsumsi yang naik 2,34 persen.

"Adapun yang mengalami pertumbuhan hanya pada Industri Pengolahan 19,29 persen, Jasa Sosial Masyarakat 5,5 persen dan Perdagangan 2,95 persen," kata Direktur BI Kanwil Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat.