Selasa, 04 Oktober 2016 13:52 WITA

Taksi Online Merajalela, Apetasi Prihatin Nasib Sopir Taksi Konvensional

Penulis: Nurhikmah
Editor: Jumardin Akas
Taksi Online Merajalela, Apetasi Prihatin Nasib Sopir Taksi Konvensional
Pertemuan Apetasi dengan Organda di Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Asosiasi  Pengusaha Taksi Indonesia (Apetasi) Sulsel merasa prihatin terhadap nasib para sopir taksi konvensional. 

Ketua  APETASI Haji Burhanuddin, mengatakan, penghasilan mereka semakin hari semakin berkurang dampak dari taksi online berbasis aplikasi yang sudah beroperasi.

"Memang tidak bisa dipungkiri bahwa transportasi online itu merugikan angkutan umum lainnya. Tapi, kasihan, penumpang taksi berkurang, penghasilan sopir taksinya juga pasti ikut berkurang," ungkap Bur pada pertemuan dengan organda dan asosiasi taksi beberapa waktu lalu.

Organda dan Apetasi akan segera menemui anggota komisi D DPRD provinsi dan dinas terkait untuk lebih serius menegur go-car dan grab taxi transportasi berbasis aplikasi online yang beroperasi tanpa izin di wilayah Kota Makassar

"Intinya, angkutan yang beroperasi tidak sesuai dengan aturan pasti kami akan suruh tindaki , kami berharap untuk ditangkapi  kemudian dikandangkan kendaraannya, termasuk juga transportasi berbasis online itu," tegas Ketua Apetasi Haji Burhanuddin.

loading...

Dia menilai, keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi online tersebut merugikan angkutan umum lainnya. Terlebih, saat ini masyarakat banyak yang beralih menggunakan trasnportasi online tersebut.

"Sama seperti transportasi umum lainnya, transportasi online juga harus mendaftarkan diri ke Dishub provinsi dan dinas penanaman modal (BKPMD )mengurus surat-surat operasional. Setelah itu, harus menggunakan plat kuning, bukannya plat hitam," terangnya.

Sementara itu, mengenai pemblokiran atau penutupan aplikasi transportasi itu, dia mengungkapkan hal tersebut merupakan kewenangan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Loading...
Loading...