Selasa, 16 Juni 2020 20:32 WITA

Pramugari Tak Boleh Pakai APD di Pesawat, Bos Garuda: Ini Bukan ICU Rumah Sakit

Editor: Nur Hidayat Said
Pramugari Tak Boleh Pakai APD di Pesawat, Bos Garuda: Ini Bukan ICU Rumah Sakit
Pramugari Garuda Indonesia dalam balutan kebaya. (Foto: Instagram/@anneavantieheart)

RAKYATKU.COM - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sedang menyusun penerapan protokol pencegahan virus corona (Covid-19) yang dianggap ideal di dalam pesawat. 

Beberapa protokol sesungguhnya sudah terlaksana seperti physical distancing dengan membatasi kapasitas penumpang hanya 63 persen. Selain itu, mewajibkan penumpang melakukan test PCR atau rapid test sebelum terbang dan sebagainya.

Akan tetapi, Garuda tidak memberlakukan penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi pramugari yang bertugas di pesawat. Garuda punya alasan untuk itu.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan jika pramugari dan awak kabin lainnya memakai APD, maka pesawat bakal terasa seperti ICU rumah sakit.

"Kan naik pesawat terbang ini industri kebahagiaan. Jangan di dalam pesawat merasa nggak bahagia, merasa terdesak, atau begitu naik pesawat. Oh ini ICU apa bukan ya? Semuanya pakai APD, ketutupan semua, ya nggak bener juga dong," kata Irfan dalam webinar Studium Generale Binus University, Selasa (16/6/2020).

Irfan mengatakan, saat pramugari Garuda memakai masker di pesawat pun banyak penumpang yang komplain padanya.

loading...

"Banyak penumpang dewasanya Garuda yang mengeluh kenapa pramugarinya pakai masker. Jadi nggak bisa lihat dia tersenyum atau mencibir," ungkapnya.

Garuda secara bertahap akan mewajibkan pramugarinya memakai face shield. Sehingga tetap ada interaksi antara penumpang dengan pramugari di dalam pesawat.

"Jadi interaksi humanis di dalam pesawat tetap terjadi tapi minimal. Dan kemudian semua orang merasa aman tapi juga nyaman. Teknologi kita terapkan, tapi kita sangat terbuka dengan ide-ide kreatif," beber Irfan.

Sumber: Detik.com

Loading...
Loading...