Jumat, 20 Maret 2020 17:04 WITA

Berikan Lebih Banyak Layanan dan Fitur Inovatif, Grab Manfaatkan Big Data

Penulis: Yuniastika Datu
Editor: Nur Hidayat Said
Berikan Lebih Banyak Layanan dan Fitur Inovatif, Grab Manfaatkan Big Data
Foto: Grab.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Data is the new oil. Sebuah kalimat yang tidak asing lagi di telinga masyarakat karena baru saja disebutkan oleh Presiden Joko Widodo.

Laporan We Are Social 2020 - Digital 2020 Indonesia, menunjukkan 75% pengguna internet Indonesia menggunakan aplikasi mobile yang berhubungan dengan pemetaan. Juga ada 21,7 juta orang yang menggunakan layanan ride-hailing. 

Melihat fakta tersebut, puluhan terabyte data yang dihasilkan oleh aplikasi Grab setiap harinya. Sebagai platform yang terlibat di bidang transportasi, Grab juga berupaya menggunakan teknologi untuk menjawab tantangan kemacetan saat ini.

Head of MapOps, Grab Indonesia, Ariek Wisnu Wibisono menjelaskan, sebagai bagian dari tim pemetaan di Grab, data punya peran penting dalam menentukan inovasi selanjutnya. Seperti menjawab masalah kemacetan hingga akses bagi jutaan pengusaha mikro menjadi targetnya.

"Sejalan dengan komitmen GrabForGood, kami ingin memastikan bahwa setiap orang dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital. Menyediakan platform yang aman, nyaman dan terus berinovasi untuk menyesuaikan kebutuhan," ujarnya, Jumat (20/3/2020).

Ada 4 pendekatan menjadi tumpuan Grab dalam menggunakan teknologi, mendengarkan dan memahami kebutuhan serta perilaku masyarakat, menggunakan pendekatan hyperlocal untuk mengatasi kebutuhan serta permasalah yang berbeda di tiap wilayah. Kemudian, meningkatkan efisiensi transportasi, serta bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mendorong perubahan positif.

loading...

"Sebagai contoh, pendekatan tersebut kami tuangkan dalam sebuah sistem mapping, untuk mendapatkan penghasilan yang lebih efisien bagi mitra pengemudi dan pengalaman pemesanan yang lebih mudah bagi pelanggan," katanya. 

Bekerja sama dengan Dinas Perhubungan di beberapa kota, tim pemetaan Grab juga memodifikasi beberapa titik jemput di daerah rawan macet. Menemukan Rute Terbaik. Alokasi Pengemudi yang Seimbang. 

Menurutnya, Big data tidak hanya digunakan untuk membuat inovasi yang terlihat besar. Memudahkan dan Menertibkan Proses Penjemputan. Hal ini dimungkinkan dengan pengembangan pemetaan dan kebiasaan dari mitra dan pengguna untuk bertemu. Hingga hari ini, sudah ada lebih dari 2.500 Venues di aplikasi Grab.

“Pemetaan menjadi kunci penting bagi seluruh orang yang tergabung dalam ekosistem Grab. Kami berharap dapat menciptakan lebih banyak inovasi yang didukung oleh teknologi dan memberikan layanan yang inovatif dan membawa dampak positif bagi pengguna,” tambah Ariek.

Tags
Loading...
Loading...