Jumat, 07 Februari 2020 08:16 WITA

UKM Wajib Tahu! Cara Mudah Bikin Laporan Keuangan Bisnis

Editor: Nur Hidayat Said
UKM Wajib Tahu! Cara Mudah Bikin Laporan Keuangan Bisnis
Foto: Istimewa.

RAKYATKU.COM - Laporan keuangan adalah salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan usaha, baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar. 

Dengan laporan keuangan yang baik akan memudahkan melakukan penilaian atas kinerja internal maupun kepada pihak lain dalam sebuah industri bisnis. Membuat laporan keuangan sebaiknya dilakukan sejak awal berdirinya sebuah bisnis.

Pada skala usaha yang besar, biasanya laporan keuangan dibuat sedemikian rapi oleh seorang akuntan. Hal ini karena dalam laporan keuangan tersebut tidak hanya berisi laporan laba rugi saja, melainkan salah satu sumber informasi untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi persaingan bisnis. 

Tidak ketinggalan pula, dalam laporan keuangan tersebut terdapat bukti pertanggungjawaban dalam laporan pajak. 

Pada usaha kecil menengah, laporan keuangan sangat diperlukan untuk membuat bisnis berkembang dan memiliki arah yang jelas. Bagi pelaku UKM, tentunya laporan keuangan dibuat sesederhana mungkin agar dapat lebih mudah dipahami dan dipraktikkan. Berikut ini adalah cara membuat laporan bisnis yang sederhana bagi pelaku UKM.

Elemen Dasar Laporan Keuangan
Dasar dalam membuat laporan keuangan terdiri dari dua hal, yaitu debit dan kredit. Debit adalah pencatatan akuntansi saat aset dan biaya pengeluaran mengalami peningkatan. Debit terletak di sebelah kiri kolom laporan keuangan. Biaya alat, sewa tempat, dan hutang masuk dalam kategori debit.

Sementara kredit adalah pencatatan akuntansi di mana aset dan biaya pengeluaran mengalami peningkatan. Kredit terletak di kolom sebelah kanan laporan keuangan. Yang termasuk dalam kategori kredit adalah aset pemilik, modal, dana dari investor, dan sejenisnya. 

Selisih antara uang yang masuk (kredit) dan uang yang keluar (debit) disebut dengan istilah saldo. Untuk membedakan transaksi antara debit dan kredit, dalam dunia akuntansi terdapat lima elemen dasar untuk membagi jenis transaksi.

1. Aset
Aset adalah sumber kekayaan yang dimiliki oleh seseorang untuk memberikan manfaat di masa depan. Di dalamnya termasuk uang tunai, persediaan, investasi, properti, dan peralatan. Aset dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: 

-Aset Lancar: yaitu aset yang memberikan manfaat jangka pendek. Contohnya kas, piutang, dan persediaan.
-Aset Tetap: yaitu aset yang berwujud dan dapat digunakan sebagai operasional usaha. Contohnya adalah gedung, tanah, dan investasi jangka panjang.
-Aset Tak Berwujud: yaitu aset tetap yang tidak berwujud dan memiliki manfaat hak ekonomi dan hukum kepada pemiliknya. Contohnya adalah waralaba, hak cipta, dan hak kekayaan intelektual.
-Aset lain: yaitu hasil akumulasi dari liabilitas dan ekuitas yang tidak masuk dalam kategori aset selain di atas. 

2. Liabilitas
Liabilitas adalah kewajiban yang timbul atas peristiwa masa lalu. Contohnya adalah utang, utang pajak penghasilan, dan lain-lain. Dalam laporan keuangan, liabilitas masuk dalam pos kredit.

3. Ekuitas
Ekuitas adalah kepentingan pemilik atas aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajibannya. Contohnya adalah kepemilikan perseorangan (ekuitas milik), kemitraan (ekuitas mitra), ekuitas pemegang saham, dan sejenisnya. Dalam laporan keuangan, ekuitas masuk dalam kolom pos kredit. 

4. Pendapatan
Pendapatan atau istilah lainnya revenue adalah peningkatan manfaat ekonomi dalam bentuk arus masuk atau peningkatan aset atau penurunan kewajiban yang menghasilkan peningkatan ekuitas dalam satu periode akuntansi. Contohnya adalah pendapatan sewa, hasil penjualan barang atas jasa, pendapatan komisi, dan sejenisnya. Pendapatan masuk dalam pos kredit saat dicatat dalam laporan keuangan. 

loading...

5. Pengeluaran 
Pengeluaran atau expenses adalah penurunan manfaat ekonomi dalam bentuk arus kas keluar atau penurunan aset atau timbulnya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas dalam satu periode akuntansi. Contohnya gaji karyawan, biaya sewa, pembayaran pajak, dan lain-lain. Pengeluaran dicatat dalam pos kredit dalam laporan keuangan.

Jenis Laporan Keuangan yang Wajib Diketahui Pelaku UKM
Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) telah menetapkan standar laporan keuangan untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). 

Laporan keuangan untuk UKM harus menggunakan prinsip-prinsip yang menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja keuangan, laporan arus kas, dan lain-lain. Berikut ini adalah laporan keuangan yang wajib diketahui oleh pelaku UKM:

1. Laporan Keuangan Neraca
Pada prinsipnya, laporan keuangan neraca dibuat untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan atau bisnis dalam periode tertentu. Melalui laporan neraca, Anda dapat mengetahui data tentang kewajiban berupa utang, ekuitas, atau modal perusahaan, serta jumlah aset perusahaan. 

2. Laporan Laba Rugi
Laporan ini berisi tentang laporan selisih antara pendapatan dikurangi biaya-biaya atau beban. Dalam menyusun laporan laba rugi, ada empat elemen penting yang perlu dipertimbangkan, yaitu pendapatan, kewajiban, keuntungan, dan kerugian. 

3. Laporan Perubahan Modal
Modal adalah selisih antara jumlah aset dikurangi jumlah kewajiban atau hutang. Laporan perubahan modal adalah laporan yang menyajikan semua perubahan atas modal usaha dalam satu periode. Dalam laporan perubahan modal, terdapat modal awal, laba bersih, pengambilan pribadi, dan modal akhir. 

4. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas memuat segala informasi yang berhubungan dengan kas masuk dan kas keluar selama periode yang ditetapkan. Karena berhubungan dengan waktu pencatatan, laporan arus kas juga berlaku sebagai syarat dengan informasi perubahan historis atas kas. 

Dalam laporan arus kas, terdapat tiga elemen yang harus ada, yaitu kas aktivitas operasi, contohnya adalah pembayaran dan pendapatan piutang, pembayaran gaji. Yang kedua adalah kas aktivitas investasi yang berkaitan dengan perolehan penjualan dan pembelian aktiva tetap. Selanjutnya ada kas aktiva pendanaan yang berhubungan dengan investasi pemilik, peminjaman dana, dan pengambilan uang oleh pemilik.

5. Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan adalah laporan yang berisi data-data tambahan yang berhubungan dengan laporan yang telah disajikan. Laporan ini disajikan secara naratif untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang hal-hal yang tertera pada laporan. Dengan adanya catatan laporan keuangan akan mempermudah Anda dalam membaca data keuangan yang telah disajikan.

Ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh para pelaku UKM untuk memajukan bisnisnya, salah satunya adalah memahami pembuatan laporan keuangan yang sederhana. Untuk mempermudah pengelolaan laporan keuangan, Anda bisa memanfaatkan software akuntansi online Jurnal. 

Dengan Jurnal, Anda bisa membuat laporan keuangan dengan lebih mudah, kapan dan di mana saja secara realtime. Daftar Jurnal sekarang dan dapatkan free trial 14 hari!

Loading...
Loading...