Sabtu, 04 Januari 2020 13:53 WITA

Terungkap, Ternyata Ini Alasan Jiwasraya Jadi Sponsor Manchester City

Editor: Nur Hidayat Said
Terungkap, Ternyata Ini Alasan Jiwasraya Jadi Sponsor Manchester City
Foto: Isportconnect.

RAKYATKU.COM - Jiwasraya pernah bekerja sama dengan Manchester City pada 2014. Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo, mengungkapkan alasan di balik pemilihan The Citizens sebagai mitra.

Sejak Desember 2019 lalu, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ramai dibicarakan. Perusahaan BUMN itu diketahui mempunyai masalah keuangan, hingga mengumumkan kegagalan membayar klaim polis nasabah yang mencapai Rp12,4 triliun di akhir tahun 2019.

Padahal, sebelum kasus tunggakan polis itu mencuat, Jiwasraya pernah menjadi sponsor Manchester City pada 2014. 

Perusahaan asuransi itu membayar sekitar Rp7,5 miliar per tahunnya untuk bisa bekerja sama dengan klub raksasa Liga Inggris tersebut dengan kontrak berdurasi dua tahun.

Hary Prasetyo menyebut, klub asal Manchester itu memiliki penggemar jutaan di Indonesia, sehingga perusahaan bisa mengambil keuntungan dari kerja sama tersebut.

loading...

"Waktu itu Jiwasraya perlu ada rebranding untuk membangun retail. Lalu konsultan memberi masukan mau penetrasi ke mana? Awalnya ingin sponsori band, namun pihak pemasaran melihat kalau sepakbola lebih oke," kata Hary dikutip Detik.com, Sabtu (4/1/2019).

"Lalu siapa pesepak bola yang memungkinkan. Dicarilah semua mulai dari Manchester United, Liverpool, dan Manchester City. Pas dikaji, ternyata fans City di Indonesia ada jutaan, itu bisa menjadi target market kami," tuturnya.

"Selain itu secara biaya, City lebih murah dibandingkan tim lain karena pada 2014 mereka berstatus underdog dan kami hanya menjadi sponsor untuk Indonesia saja. Untuk branding, semua souvenir ada Manchester City, apa-apa semua ada merek Manchester City-nya."

"Konsultan kemudian melihat berdasarkan kajian tersebut. Jualannya berapa,sih? Ternyata dampaknya bagus bersama Manchester City. Jiwasraya lalu kontrak dua tahun untuk menggunakan merek mereka di Indonesia, yang kemudian dihentikan direktur pemasaran baru, Indra Widjaja," ujar Hary.

Loading...
Loading...