Selasa, 16 Agustus 2016 22:28 WITA

22 Tahun Menjual Bendera, Begini Sosok Pak Basri

Editor: Muh. Taufik
22 Tahun Menjual Bendera, Begini Sosok Pak Basri
Pak Basri,pedagang bendera yang menjajakan dagangannya di salah satu jalan protokol di Makassar (FOTO: CHANDRA)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Siang itu, wajahnya penuh dengan peluh. Sambil mengipaskan topinya ke wajah, dengan penuh keramahan Bapak Tua menawarkan dagangannya kepada penulis yang menghampirinya di bilangan Jalan AP Pettarani, Makassar.

Bapak Tua itu adalah Pak Basri, dia adalah salah satu pedagang bendera yang menjajakan dagangannya di salah satu jalan protokol di Makassar ini. Sudah sebulan terakhir, Pak Basri banting stir jadi penjual bendera.

Ini bukan kali pertama Pak Basri melakoni profesi penjual bendera. Menurutnya, sejak tahun 1994, khusus di bulan Agustus dia meninggalkan sejenak profesi sehari-harinya sebagai pedagang asongan di salah satu perguruan tinggi di Makassar.

22 Tahun Menjual Bendera, Begini Sosok Pak Basri

FOTO:CHANDRA

Kalau dihitung-hitung, sudah tahun ke-22 Pak Basri berjualan bendera di Bulan Agustus. 

"Kalau bulan begini, biasanya kan banyak yang cari bendera. Disitu kita lihat ada peluang bisa dapat untung lebih," tuturnya.

22 tahun melakoni profesi sambilan ini, menurut Pak Basri, banyak sekali suka dan dukanya. Sukanya, kalau persediaan barang yang ada habis terjual. Dukanya, salah satunya karena rawan ditertibkan Satpol-PP.

22 Tahun Menjual Bendera, Begini Sosok Pak Basri

loading...

FOTO:CHANDRA

Puluhan tahun berdagang bendera, Pak Basri juga tahu betul seperti apa pangsa pasar bendera di Makassar. Pak Basri bertutur, untung memang sangat mudah didapatkan dengan berjualan bendera. 

Tapi, itu dulu. Karena sekarang, sejak tahun 2004, pendapatan Pak Basri terus merosot. Salah satu penyebabnya, karena kalah bersaing dengan produk bendera dari Pulau Jawa.

"Banyak orang lebih pilih bendera dari Jawa, karena harganya murah," ungkap Basri.

Padahal, dengan harga murah itu, kata Pak Basri, masyarakat tidak mendapatkan kualitas yang baik. Berbeda dengan bendera yang dijual Pak Basri. Meski harganya sedikit mahal, tapi kualitasnya terjamin.

"Kita pilih yang bahannya pakai kain satin," ungkap Bapak yang tinggal di Jl. Pelita Raya 4 ini.

Dengan kondisi ini, Pak Basri mengaku hanya bisa pasrah. Nyatanya masyarakat tidak terlalu memperhatikan kualitas dari bendera yang dibeli. Tapi, mana yang harganya lebih murah.

PENULIS: Fadila Rahma

Tags
Loading...
Loading...