Senin, 28 Oktober 2019 23:20 WITA

Inspirasi dari Bandung, Tokoh Hingga Artis Kunjungi Haloman Coffee

Penulis: Syukur
Editor: Nur Hidayat Said
Inspirasi dari Bandung, Tokoh Hingga Artis Kunjungi Haloman Coffee
Chicco Jerikho (kanan) saat mengunjungi Haloman Coffee dan Kahwa Roasted di Jalan Gagak No 25, Kecamatan Mariso, Makassar.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tempat menongkrong di Kota Makassar berkembang pesat dari tahun ke tahun. Bukan hanya untuk kalangan muda mudi, namun juga untuk yang sudah berkeluarga.

Salah satu yang kini jadi favorit di Makassar ada di Jalan Gagak No 25, Kecamatan Mariso, Makassar. Di sana ada Haloman Coffee dan Kahwa Roasted. 

Terletak pas di pinggir jalan sehingga tempat menongkrong ini sangat muda diakses baik dengan menggunakan roda dua ataupun roda empat. 

A Fadhil Pratama, pemilik Haloman Coffee dan Kahwa Roasted mengatakan kehadiran mereka untuk memberi pelayanan terbaik bagi penikmat kopi. 

"Kami tahu dan sadar betul bahwa penikmat kopi semakin banyak. Termasuk di Makassar. Karena itu kami hadir," ungkap Fadhil, malam Senin (28/10/2019).

Dengan tren kopi dan penggemar kopi yang kian pesat di Indonesia, pergeseran tren jadi salah satu hal yang harus dikuasai sebelum membuka bisnis kopi, seperti coffee shop. 

"Kita harus lebih dulu tahu tentang tren kopi yang tengah berkembang," sambungnya.

Tren kopi ini tidak hanya dari menu racikannya atau varian rasanya. Akan tetapi, termasuk jenis kopi apa yang tengah diminati, bagaimana pemasaran kopi yang efektif, konsep kafe, hingga pasaran harga kopi rata-rata. 

"Saya menyarankan untuk terus mengikuti tren kopi, terutama di jenis kopi yang tengah diminati," ungkapnya.

Sementara itu, Nizar kawan Fadhil yang menjadi partner Fadhil mengatakan Haloman Coffee dan Kahwa Roasted berawal dari mobile coffee.

"Terinspirasi saat jalan-jalan ke Bandung. Awalnya hanya mobile coffee. Pada saat itu minuman kopi masih diracik manual menggunakan rock presso," ungkap Nizar.

Saat itu, sekitar 2015 di mana mobile coffee menjadikan Jalan Bonto Lempangan sebagai tempat mangkal. Pengunjung pun tak pernah sepi lantaran saat itu Fadhil aktif dalam komunitas mobil tua.

"Kami mangkal dari pagi sampai jam 12 malam. Banyak bule-bule yang datang kala itu. Mungkin karena mereka senang dengan yang klasik-klasik. Jika ada event di luar kota seperti di Pangkep, kami pun keluar kota," tambahnya.

Setelah mobile coffee, akhirnya pada pertengahan 2016 coffee shop dibuat. Awalnya hanya dengan menggunakan kursi-kursi kayu bekas peti kemas. Berlahan kursi kayu tersebut menjadi sofa. Tak hanya warga umum, tokoh-tokoh di Makassar hingga kalangan artis pun kerap menongkrong di Haloman Cafe dan Kahwa Roasted.

"Awalnya hanya menggunakan kayu dan berlahan berkembang. Hingga beli mesin kopi pada tahun 2018. Hingga saat ini sudah ada dua lantai. Deng Ical (mantan Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal) bahkan artis Chicco Jerikho pernah ke sini," bebernya.

Loading...
Loading...

Berita Terkait