Jumat, 24 Mei 2019 14:59 WITA

Pengusaha Kue Kering Tradisional Meraup Cuan Berlipat Selama Ramadan

Penulis: Azwar Basir
Editor: Nur Hidayat Said
Pengusaha Kue Kering Tradisional Meraup Cuan Berlipat Selama Ramadan
Pengusaha kue kering tradisional meraup cuan berlipat selama Ramadan tahun ini.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kue tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat selama bulan Ramadan. Apalagi, menjelang Lebaran Idulfitri, permintaan makin meningkat.

Salah satu kue tradisional yang paling dicari di Kota Makassar yaitu otere-otere atau biasa disebut sebagai tali-tali asal Makassar.

Salah satu industri kue otere-otere yang legendaris di Kota Daeng berlokasi di Jalan Masjid Jabal Nur, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar, Sulawesi Selatan.

Usaha industri ini milik M Yusuf (55). Ia merintis usahanya sejak 1980-an. Dari usahanya itu, dia mampu menghidupi keluarga hingga menyekolakan anak-anaknya ke jenjang SMA hingga perguruan tinggi.

Dalam menjalankan usahanya, Yusuf dibantu istrinya, Elsa (50), serta mempekerjakan 10 karyawan. Selama Ramadan ini, menurut Yusuf, permintaan meningkat drastis dibandingkan hari biasa.

Loading...

"Di hari biasanya, kita mengolah 80 hingga 100 kilogram tepung terigu untuk dijadikan sebagai kue kering otere. Tapi selama bulan Ramadan permintaan meningkat jadi kita mampu mengolah 150 kilogram," ujar Yusuf kepada Rakyatku.com, Jumat (24/5/2019).

Yusuf menjelaskan, dalam sehari selama Ramadan ia mampu meraih omzet Rp4 hingga Rp5 juta dibandingkan hari biasa hanya Rp3 juta. Ia bisa meraih cuan lebih banyak saat mendekati Lebaran.

Otere-otere khas Makassar ini dihargai Rp40.000 per kilogram sementara untuk kemasan bal dengan isi 50 bungkus berharga Rp20.000. "Cukup terjangkau semua lapisan masyarakat. Semuanya bisa menikmati kue ini," terangnya.

Salah seorang pembeli, Yuda mengatakan kue ini diminati karena rasanya yang manis dan renyah. Harga terjangkau juga jadi pertimbangan. "Kuenya renyah, manis juga makanya datang untuk membeli buat Lebaran bersama keluarga," kata Yuda.

Loading...
Loading...