Jumat, 03 Mei 2019 14:04 WITA

Kementerian Perindustrian Bawa IKM Sulsel Go Digital Melalui E Smart IKM

Penulis: Andi Asoka Ulfa
Editor: Nur Hidayat Said
Kementerian Perindustrian Bawa IKM Sulsel Go Digital Melalui E Smart IKM
E Smart IKM 2019 "IKM Go Digital" yang dikemas dalam konsep pameran, talkshow, dan workshop di Four Points by Sheraton, Makassar, Jumat (3/5/2019).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka mengadakan E Smart IKM 2019 "IKM Go Digital" yang dikemas dalam konsep pameran, talkshow, dan workshop di Four Points by Sheraton, Makassar, Jumat (3/5/2019).

Kegiatan yang diikuti 250 IKM di Sulsel ini guna mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di dalam negeri agar memanfaatkan teknologi digital sehingga mampu berdaya saing global.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih mengatakan, langkah ini sesuai untuk mempersiapkan IKM menuju revolusi Industri 4.0.

"Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam making Indonesia 4.0 adalah industri kecil dan menengah yang tertinggal dalam pemanfaatan, teknologi melalui program ini kami harap akan menjadi penghubung bagi IKM untuk belajar bagaimana menggunakan platform digital untuk meningkatkan daya saing," katanya.

Ia menjelaskan, transformasi Digital dari proses jual-beli konvensional menjadi jual beli online semakin marak di Indonesia tidak hanya itu produk berupa barang dan jasa menjadi industri e-commerce memiliki tantangan tantangan besar tetapi menjanjikan potensi yang tidak kecil.

Loading...

"Cara mendekatkan para IKM ke pasar adalah digitalisasi, dengan mendekatkan mereka ke pasar mereka tahu apa yang akan mereka produksi," ujarnya.

Kemenperin mencatat hingga akhir tahun 2018 workshop E-Smart IKM telah diikuti sebanyak 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp 2,3 miliar.

Berdasarkan sektornya industri makanan dan minuman mendominasi hingga 31, 87% dari total transaksi di E Smart IKM kemudian disusul sektor industri logam sebesar 29,0% dan industri fashion sebesar 25,87%.

"Hingga tahun 2019 ditargetkan bisa mencapai total 10.000 peserta untuk ikut dalam program ini," tutupnya.

Loading...
Loading...