Jumat, 26 April 2019 21:32 WITA

Pertamina Sulawesi Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM dan Elpiji Jelang Ramadan

Penulis: Andi Asoka Ulfa
Editor: Nur Hidayat Said
Pertamina Sulawesi Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM dan Elpiji Jelang Ramadan
Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM dan elpiji di berbagai wilayah jelang Ramadan dan Idulfitri 1440 hijriah.

Estimasi pemakaian BBM dan elpiji pada saat Ramadan dan Lebaran umumnya diperkirakan naik dengan besaran masing-masing, yaitu untuk BBM bersubsidi (PSO) premium naik 1,7 persen dari rata-rata harian normal.

Sementara solar turun 2,2 persen dari rata-rata harian normal, avtur naik 2,8 persen dari rata-rata harian normal, BBM mon PSO diperkirakan naik 3,3 persen dari rata-rata harian normal, sedangkan dari pemakaian elpiji bersubsidi (PSO) naik 9,4 persen dari rata-rata harian normal, dan elpiji non PSO naik 4,6 persen dari rata-rata harian normal. 

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan, mengatakan Pertamina MOR VII terus menjaga stok BBM dan elpiji di Sulawesi dalam kondisi aman selama puasa dan Lebaran (5 Mei-5 Juni 2019) dengan rata-rata ketahanan stok semua jenis produk BBM pada periode tersebut 15,1 hari, sedangkan untuk avtur 16,6 hari, dan elpiji 6 hari.

"Pertamina siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan terus menjaga ketahanan stok dan mempersiapkan pengelolaan distribusi BBM dan elpiji dengan baik untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pada periode bulan Ramadan dan Idulfitri," katanya, Jumat (26/4/2019).

Posko Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri juga dibentuk Pertamina MOR VII untuk pemantauan tersedianya BBM serta kesiapan pelayanan kepada masyarakat konsumen. Posko ini akan aktif mulai H-15 sampai H+15 (21 Mei–20 Juni 2019).

Loading...

Beberapa langkah-langkah yang juga telah disiapkan oleh Pertamina MOR VII dalam menjamin kelancaran distribusi BBM dan elpiji di antaranya pelayanan 16 titik SPBU Prioritas yang beroperasi 24 Jam khususnya di jalur mudik dan arus balik mulai H-15 sampai H+15 sepanjang jalur poros lintas Sulawesi (Makassar, Maros, Sidrap, Pinrang, Bulukumba, Mamuju, Toraja, Donggala, Bau-Bau, Kendari, Tomohon, dan Bitung).

"Seluruh SPBU di Sulawesi, sebanyak 480 telah kami instruksikan untuk meningkatkan pelayanan dengan menyediakan sarana pendukung yang dibutuhkan oleh pelanggan selama masa mudik dan arus balik, seperti musala, toilet, ATM, dengan memperhatikan aspek kebersihan serta kenyamanannya, dan juga kami imbau agar memperbanyak layanan penjualan produk BBK (Pertamax Series dan DEX Series) dalam kemasan di sepanjang jalur mudik," jelasnya.

Selain itu, Pertamina MOR VII telah mempersiapkan Mobile Dispenser yaitu mobil tangki yang berisi produk BBM dan bisa melayani penjualan secara langsung dari mobil tangki kepada pelanggan. Optimalisasi armada mobil tangki di wilayah Sulawesi sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kebutuhan BBM juga sudah disiapkan, dengan jumlah total sebanyak 334 unit dengan 989 awak yang siap mendukung distribusi BBM selama Ramadan dan Idulfitri.

Pertamina MOR VII juga sudah mempersiapkan pola Regular Alternative on Emergency (RAE) jika terjadi kendala distribusi di supply point tertentu. Melakukan koordinasi dengan Hiswana Migas, pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan instansi terkait lainnya demi terciptanya keamanan dan suasana kondusif dalam menjaga kelancaran distribusi BBM.

Apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi BBM dan elpiji, informasi dapat disampaikan melalui Call Center Pertamina di nomor 135.

Loading...
Loading...