Jumat, 22 Juli 2016 02:10 WITA

Begini Tips Pengelolaan Gaji Anda Ala OJK

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Sulaiman Abdul Karim
Begini Tips Pengelolaan Gaji Anda Ala OJK
Kepala Kantor Regional VI Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Silampua), Bambang Kiswono

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sebesar apapun gaji yang dihasilkan oleh seorang pekerja, tidak akan pernah cukup memenuhi kebutuhan. Di sisi lain, kebutuhan hidup yang semakin tinggi setiap waktu menjadi persoalan yang harus dihadapi.

Di sisi lain peningkatan biaya hidup kian tak terbendung. Bila tak pintar-pintar mengatur keuangan maka bukan untung yang diraih melainkan bisa menyebabkan penumpukan utang.

Kepala Kantor Regional VI Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Silampua), Bambang Kiswono mengatakan pengelolaan keuangan perlu dilakukan oleh siapa saja yang memiliki hasrat dan niat untuk menjalai hidup yang berkecukupan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya.

"Jika ingin mencapai kehidupan yang mandiri, bahagia, dan sejahtera di waktu mendatang. Kita harus melakukan pengelolaan keuangan yang baik, karena apabila semua sudah direncanakan sejak dini, maka tentu hasilnya dapat dinikmati pada hari tua nanti saat usia sudah tidak produktif dalam melakukan suatu pekerjaan," papar Bambang. 

Bambang menambahkan, melakukan pengelolaan keuangan lebih dini akan lebih menguntungkan. Penundaannya bisa mempertaruhkan masa depan dalam ketidakpastian.

Loading...

Berikut tahapan dari OJK yang dapat dilakukan dalam mengelolah keuangan.
1. Tuliskan segala pengeluaran yang anda lakukan setiap bulan.
2. Susun pengeluaran anda berdasarkan skala prioritas, dari yang paling penting sampai yang tidak penting (paling penting, penting, kurang penting, kurang penting, dan tidak penting).
3. Jumlah segala pengeluaran anda.
4. Tuliskan sumber dan jumlah penghasilan anda:
- Gaji
- Komisi
- Bonus
Jumlah semua penghasilan anda ke dalam penghasilan bulanan. Misalnya anda menerima bonus tahunan, maka nilai bonus tersebut dibagi 12 untuk memperoleh nilai.

5. Sekarang bandingkan penghasilan dan pengeluaran bulanan anda.
6. Surplus hasilnya, atau sebaliknya?
7. Bila surplus. Maka nilai surplus ini, harus mulai anda sisihkan di awal untuk diinvestasikan.
8. Bila yang terjadi adalah defisit, maka anda wajib melakukan penghematan pengeluaran agar jumlah pengeluaran lebih kecil daripada jumlah penghasilan yang anda terima (berada di bawah kemampuan keuangan/penghasilan). Langkahnya adalah sebagai berikut:
- Jarangkan pos pengeluaran. Misalnya setiap minggu anda menonton di bioskop, maka sekarang lakukanlah setiap bulan.
- Turunkan pos pengeluaran. Misalnya setiap minggu minum kopi di kafe ekslusif, sekarang minum kopi di warung kopi saja.
- Tunda pos pengeluaran. Misalnya ingin berwisata ke Bali bulan depan, tunda menjadi tahun depan.
- Hilangkan pos pengeluaran. Misalnya makanan yang mengandung kolesterol tinggi, hilangkan kebiasaan yang kurang baik agar badan tetap sehat.

9. Bila pengeluaran masih lebih besar daripada penghasilan, dan anda telah melakukan langkah nomor delapan secara optimal, maka sekarang saatnya anda berupaya:
- Mencari pekerjaan lain di hari Sabtu dan Minggu
- Menjual harta/properti untuk melunasi utang yang berbunga tinggi yang membebani pengeluaran bulanan.

10. Upaya pengeluaran setiap bulan berada dibawah penghasilan dan lakukan penyisihan sebesar 10 persen dari jumlah penghasilan setiap bulannya.

Tags
Loading...
Loading...