Sabtu, 02 Februari 2019 12:55 WITA

Pelindo IV Resmikan Mini Power Plant 3 MW di TPM

Editor: Adil Patawai Anar
Pelindo IV Resmikan Mini Power Plant 3 MW di TPM
Pelindo IV Resmikan Mini Power Plant 3 MW di TPM

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) meresmikan Mini Power Plant untuk elektrifikasi alat bongkar muat di Terminal Petikemas Makassar (TPM) dengan kapasitas 3 MW dan menelan investasi kurang lebih sebesar Rp26 miliar.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan pembangunan Mini Power Plant 3 MW yang ditempatkan di lokasi workshop lama di area Container Yard (CY) TPM tersebut, dalam rangka efisiensi penggunaan bahan bakar dan peningkatan produktivitas sekitar 20% hingga 30%.

[Elektrifikasi alat bongkar muat] ini juga merupakan terobosan yang dilakukan oleh PT Pelindo IV dan hal ini penting untuk value engineering di era 4.0.

“Selama ini, kami selalu menggunakan bahan bakar solar untuk mengoperasikan alat bongkar muat di TPM. Dengan adanya Mini Power Plant ini, penggunaan solar nantinya akan berkurang sehingga terjadi efisiensi, produktivitas meningkat dan udara juga menjadi lebih bersih atau go green,” jelas Farid.

Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan surplus daya listrik dari terbangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kabupetan Sidrap, sebagai salah satu bentuk “Sinergi BUMN.”

Dia menuturkan, dengan Mini Power Plant, penggunaan bahan bakar akan terkoreksi menjadi efisiensi sebesar 70% dari solar ke listrik.

Bukan itu saja, dengan mini power plant juga mengurangi emisi gas buang dari peralatan yang selama ini beroperasi, sehingga lingkungan dan udara di sekitar pelabuhan yang berada di dalam Kota Makassar semakin bersih.

“Hal ini untuk mendukung program green port yang dicanangkan oleh PT Pelindo IV.” jelasnya.

Konversi solar ke listrik katanya juga, untuk optimalisasi aset untuk semua peralatan bongkar muat di TPM. Serta untuk meningkatkan kelancaran alat dan meminimalisir kerusakan alat di TPM.

Secara eksternal, daya listrik yang dihasilkan bisa juga digunakan oleh masyarakat sekitar jika terjadi pemadaman listrik oleh PLN.

"Minimal 50% dari 3 MW daya yang dimiliki, bisa digunakan masyarakat sekitar jika terjadi pemadaman listrik."

Farid menyebutkan, total ada 5 alat Container Crane (CC) yang akan terelektrifikasi dengan Mini Power Plant berkapasitas daya 3 MW ini.

Menurutnya, Mini Power Plant 3 MW ini adalah pembangkit listrik mini tahap pertama yang dibangun BUMN yang bergerak dibidang jasa kepelabuhanan ini.

“Nantinya, kami akan membangun mini power plant lagi dengan daya yang lebih besar,” ujarnya.

Selanjutnya, Pelindo IV akan kembali menyiapkan pembangunan mini power plant tahap berikutnya, yaitu gasifikasi atau mini power plant berbasis gas yang lebih efisien karena mesinnya menggunakan duel fuel.

Loading...