Rabu, 02 Januari 2019 15:23 WITA

Akhir 2018, Kenaikan Harga di Sulsel Terkerek 0,86%

Editor: Andi Chaerul Fadli
Akhir 2018, Kenaikan Harga di Sulsel Terkerek 0,86%

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kenaikan harga baik jasa maupun barang di Sulsel mencapai 0,86 persen di Desember 2018 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,89. Inflasi yang terjadi di akhir tahun ini disebabkan sejumlah faktor.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Rabu (2/1/2019) kenaikan harga ini dipicu enam kelompok pengeluaran yang turut terkerek.

Yakni kelompok harga transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang naik 2,28 persen. Lalu disusul kenaikan harga kelompok bahan makanan sebesar 1,65 persen.

Kenaikan harga kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,13 persen juga turut andil. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang mencapai 0,13 persen juga berkontribusi.

Kenaikan harga terendah didapat kelompok kesehatan serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, yang mencapai 0,12 dan 0,05 persen. Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks harga 0,14 persen.

Inflasi akhir tahun ini berlangsung di sejumlah daerah. Tertinggi di Parepare sebesar 0,96 persen dengan nilai IHK sebesar 128,76 sedangkan inflasi terendah terjadi di Watampone sebesar 0,21 persen dengan IHK sebesar 132,88.

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember 2018) Sulawesi Selatan sebesar 3,50 persen dan laju inflasi year on year (Desember 2018 terhadap Desember 2017) sebesar 3,50 persen.