Sabtu, 15 Desember 2018 14:05 WITA

Ipemi Makassar Ajak Anggota Lebih Jago Jualan Online

Editor: Nur Hidayat Said
Ipemi Makassar Ajak Anggota Lebih Jago Jualan Online
Workshop bertajuk Strategi Jitu Menambah Omzet di Era Millenial, di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (15/12/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Kota Makassar bersama Pegadaian Makassar menggelar workshop bertajuk Strategi Jitu Menambah Omzet di Era Millenial, di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (15/12/2018).

Ada deretan pemateri andal dihadirkan dalam workshop yang diikuti 50-an anggota Ipemi Makassar ini. Di antaranya praktisi keuangan Pegadaian Samsul, praktisi digital marketing Akhi Rahman, dan influencer media sosial Priska Paramia Adnan.

Ketua Ipemi Makassar, Aerin Nizar, mengatakan tren pasar saat ini telah memasuki era yang mana konsumen lebih senang berbelanja secara online sehingga menggeser kebiasaan konvensional dengan datang langsung ke toko untuk membeli kebutuhan.

Hal itu menuntut para pelaku usaha mengikuti tren konsumen sehingga perlu adanya skill digital marketing. Ipemi Makassar menyadari itu sehingga mengharapkan para anggotanya lebih jago berjualan online.

"Kita sudah menyadari pentingnya digital marketing. Apalagi banyak anggota kami yang memang usahanya masih berstatus usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Mereka sangat mengandalkan digital marketing untuk memperkenalkan produknya. Pertanyaannya, apakah mereka sudah melakukannya dengan cara yang benar? Apakah sudah bisa menaikkan omzet?" tutur Aerin.

"Makanya melalui kegiatan ini Ipemi Makassar melibatkan pemateri yang ahli di bidangnya. Kami hadirkan untuk berbagi bagaimana cara yang benar digital marketing. Mudah-mudahan acara ini bisa menumbuhkan pengusaha baru. Sesuai visi dan misi kami, menumbuhkan pengusaha baru dalan ukhuwah islamiah," kata Aerin.

Praktisi digital marketing, Akhi Rahman, mengungkapkan metode berjualan secara online sudah terbukti efektif dan efisien dalam konteks waktu, tempat, tenaga kerja, maupun modal. Tinggal bagaimana pelaku untuk kemudian lebih jeli memanfaatkan media.

"Untuk sekarang itu kan tiga raksasa sosial media dan mobile advertising, yakni Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Ini yang harus diamankan dahulu. Mulai start dari sini. Jadi kalau ada yang berniat menggeluti digital marketing harus mencoba lewat sini. Perkuat di media sosial," ucap Akhi.

Akhi juga mengurai tips jitu berjualan online. Menurutnya, pelaku usaha dalam memasarkan produknya mesti membangun brand lebih dahulu. "Tidak hanya sekadar jualan, tetapi membangun brand. Kita memberikan informasi yang relevan dengan produk yang dijual. Bukan melulu tentang hard sell," bebernya.

Hard sell, kata Akhi, berarti semata-mata menawarkan produk kepada konsumen tanpa edukasi atau penjelasan lebih detail. Hanya sebatas sepakat harga kemudian tak ada lagi interaksi. "Jadi pengusaha (online) yang baik itu harus berinteraksi dengan follower (konsumen). Harus memberikan edukasi. Jangan terlalu fokus menjual. Lebih utamakan bangun brand. Kalau brand telah terbangun, jualan akan datang dengan sendirinya," urainya.

Sementara itu, Priska Paramita Adnan, membeberkan bahwa masyarakat Indonesia setidaknya berinteraksi dengan smartphone atau media sosial 3-4 jam per hari. Itu tentu saja peluang yang sangat besar dalam mempromosikan produk. Namun, dalam berpromosi juga jangan asal. Ada beberapa hal yang mesti jadi perhatian. 

"Saat mempromosikan produk di media sosial, harus perhatikan waktunya. Sebaiknya mem-posting pada waktu-waktu khusus. Misalnya pada akhir pekan. Jamnya juga demikian. Itu benar-benar harus diatur," tutur Priska.

Priska juga menekankan kepada para pelaku usaha untuk benar-benar memperlihatkan keseriusan dalam memasarkan produknya. "Bedakan akun (media sosial) bisnis dengan akun pribadi. Kalau ada akun jualan, artinya orang itu benar-benar serius berjualan," katanya. Dan, dari semua itu kembali ke produknya, apakah berkualitas atau asal-asalan.

Loading...