Senin, 10 Desember 2018 15:52 WITA

Proyek Infrastruktur Kencang, Ekonomi Sulsel di 2019 Bisa Cemerlang

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Andi Chaerul Fadli
Proyek Infrastruktur Kencang, Ekonomi Sulsel di 2019 Bisa Cemerlang
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Hotel Claro Makassar, Selasa (4/12/2018). dok

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan III (Juli-September) 2018 tumbuh 7,17 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan kontribusi Sulsel terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tak main-main.

Bank Indonesia (BI) memprediksi, rata-rata pertumbuhan ekonomi di Sulsel hingga akhir tahun sekitar 7,0 persen hingga 7,4 persen. Prakiraan ini lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional, sekitar 5,1 persen hingga penghujung 2018.

Di tahun 2019, bank sentral juga meramalkan tren positif ekonomi di Sulsel akan berlanjut. Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiarso tak ragu menerka pertumbuhan ekonomi Sulsel 2019 bakal di kisaran 7,2 persen hingga 7,6 persen.

"Pertumbuhan ekonomi yang meningkat tersebut, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 5,0 persen sampai 5,4 persen di tahun 2019," kata Bambang kepada Rakyatku.com, Senin (10/12/2018).

Prakiraan itu bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Satu di antaranya adalah berlanjutnya stimulus fiskal pemerintah untuk terus meningkatkan infrastruktur di luar daerah, termasuk di Sulsel.

Peningkatan ini diyakini dapat memberikan dampak besar dan luas. Sehingga pertumbuhan ekonomi, kata dia, bisa menjadi lebih inklusif sekaligus memberikan akses pariwisata yang lebih baik.

Selain itu, komoditas ekspor utama Sulsel berupa produk makanan dan minuman dinyatakan relatif tidak tergantikan. 

"Perbaikan kondisi fundamental beberapa komoditas unggulan seperti kakao, kopi, rumput laut, ikan-ikanan dan komoditas yang sesuai selera pasar global, juga akan mampu mendorong kinerja ekspor yang diperkirakan tetap mengalami surplus neraca perdagangan," ungkapnya.

Bendungan untuk pertanian yang bakal beroperasi di 2019 juga bisa mendorong laju perekonomian. Utamanya pada komoditas tanaman bahan makanan.

Di sektor tambang, tambahnya, nikel masih menjadi komoditas primadona. Logam ini masih menunjukkan tren harga yang positif.

"Berdasarkan hal tersebut, kita optimis prospek ekonomi di Sulsel 2019 mendatang, dapat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," pungkas Bambang.

Loading...