Kamis, 29 November 2018 10:53 WITA

Alihkan Aset Fidusia, Debitur Bisa Kena Sanksi 5 Tahun Penjara

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Nur Hidayat Said
Alihkan Aset Fidusia, Debitur Bisa Kena Sanksi 5 Tahun Penjara
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Sulawesi Selatan, I Putu Danda Dharmika, mengatakan debitur yang mengalihkan aset jaminan fidusia bisa dikenalan sanksi pidana.

"Debitur yang mengalihkan aset fidusia dan masih dalam masa kredit tanpa seizin perusahaan pembiayaan, akan diberikan sanksi pidana hukuman penjara maksimal lima tahun," kata Putu Danda kepada Rakyatku.com, Kamis (29/11/2018).

Pembeli kendaraan bermotor yang statusnya masih menjadi aset fidusia, lanjut Putu Dandan, juga akan mendapat hukuman yang sama.

Hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia kepada calon debitur dan setiap nasabah finance pada khususnya.

Loading...

Putu Danda mengungkapkan selama kendaraan atau aset tersebut masih dalam proses pembiayaan. Berarti sepenuhnya kendaraan itu menjadi milik perusahaan pembiayaan.

"Jadi imbauan kami kepada masyarakat. Jika ada yang tidak mampu lagi membayar cicilan, maka lebih baik datang perusahaan pembiayaan dan meminta kebijakan. Daripada menjual atau gadai kendaraan tanpa BPKB, itu bisa lebih fatal lagi akibatnya," pungka Putu Danda.

Loading...
Loading...