Senin, 19 November 2018 16:09 WITA

FKIJK Sulselrabar: Kenaikan Suku Bunga Acuan Tak Terlalu Berdampak ke Perbankan

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Nur Hidayat Said
FKIJK Sulselrabar: Kenaikan Suku Bunga Acuan Tak Terlalu Berdampak ke Perbankan
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan BI-7 Day Reverse Depo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen.

Tercatat, kenaikan suku bunga acuan ini menjadi kali enam yang dilakukan BI sepanjang 2018. Dengan total sebesar 175 bps.

Wakil Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar, Andi Hudli Huduri, mengatakan kenaikan suku bunga acuan ini belum terlalu memberatkan bagi perbankan.

"Saya pikir kenaikan ini masih wajarlah. Pemerintahkan juga punya strategi tersendiri," ungkap Hudli Huduri kepada Rakyatku.com, Senin (19/11/2018).

Loading...

Hudli Huduri mengungkapkan, kenaikan suku bunga acuan juga tidak terlalu berdampak terhadap kredit. Pihak perbankan pun diyakini sudah memperhitungkan hal ini.

"Tidak langsung berdampak saya kira. Apalagi kenaikannya tidak signifikan, 25 bps. Saya pikir range tersebut sudah masuk dengan kondisi suku bunga acuan saat ini," kata dia.

Langkah perbankan selanjutnya, tambah Hudli Huduri, kemungkinan besar melakukan asesmen ke pasar. Guna mencari tahu apa yang akan dilakukan oleh bank lain atau kompetitornya.

Loading...
Loading...