Minggu, 18 November 2018 03:30 WITA

Inflasi Hingga Akhir Tahun Capai 3,2 Persen

Editor: Eka Nugraha
Inflasi Hingga Akhir Tahun Capai 3,2 Persen
ilustrasi inflasi

RAKYATKU.COM --- Inflasi di Indonesia diperkirakan akan berada di angka 3,2 persen hingga akhir tahun ini. Proyeksi inflasi itu disampaikan Bank Indonesia. Proyeksi ini meleset dari target awal sebesar 3,5 persen. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan perubahan proyeksi dilakukan karena inflasi tahunan sampai Oktober 2018 baru mencapai 3,16 persen. Dia juga memperkirakan inflasi di tahun ini mengalami kecenderungan menurun hingga pekan kedua bulan ini. 

Berdasarkan hasil survei inflasi BI pada pekan kedua November 2018, inflasi bulanan hanya sekitar 0,17 persen. Sementara itu, inflasi tahun berjalan (year-to-date/ytd) sebesar 2,4 persen dan inflasi tahunan sekitar 3,13 persen.

"Semua barang cukup terkendali, sehingga mengonfirmasi perkiraan kami bahwa inflasi akhir tahun akan berada di sekitar 3,2 persen," ujar Perry di Kompleks Gedung BI, seperti yang dilansir BBC. 

Meski begitu, Perry menyatakan pemerintah dan BI tidak akan lengah. Pemantauan harga dan pasokan akan tetap dilakukan bank sentral nasional bersama pemerintah pusat dan daerah sampai benar-benar tutup tahun agar harga barang kebutuhan pokok tetap terkendali.

"Kami terus kelola kecukupan barang dan keseimbangan antara permintaan dan penawaran," imbuhnya.

Rilis data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan pada Oktober 2018 sebesar 0,28 persen. Sementara inflasi tahun berjalan sebesar 2,22 persen dan inflasi tahunan 3,16 persen.

Inflasi bulan lalu dipicu oleh kenaikan harga di beberapa pengeluaran. Mulai dari tarif sewa rumah, tarif kontrak rumah, semen, besi, dan beton, emas dan perhiasan 0,01 persen, dan bensin karena kenaikan harga Pertamax.
 

Loading...
Loading...

Berita Terkait