Rabu, 07 November 2018 19:57 WITA

Invesitasi USD250 Juta, Hyundai-Grab Kembangkan Mobil Listrik di Asia Tenggara

Penulis: Nurhikmah
Editor: Nur Hidayat Said
Invesitasi USD250 Juta, Hyundai-Grab Kembangkan Mobil Listrik di Asia Tenggara

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Hyundai Motor Group dan Grab Holdings Inc (Grab) mengumumkan kerja sama terbarunya, Rabu (7/11/2018).  

Dalam kerja sama itu, Hyundai Motor Company dan Kia Motors Corporation (KIA) akan menambah investasi sebesar USD250 juta ke Grab dan membentuk kemitraan untuk memulai program terkait kendaraan listrik (Electric Vehicle) di Asia Tenggara.

Melalui kemitraan kendaraan listrik tersebut, Grab dan afiliasi Hyundai Motor Group akan mempertemukan para pemangku kepentingan dari industri kendaraan listrik untuk berkolaborasi dalam upaya untuk meningkatkan adopsi dan kesadaran mengenai kendaraan listrik di Asia Tenggara.

"Sebagai rumah dari salah satu pusat konsumen yang tumbuh paling cepat di dunia, Asia Tenggara merupakan pasar yang berkembang sangat pesat untuk mobil listrik," ungkap Dr Youngcho Chi, Chief Innovation Officer Hyundai Motor Group and Head of Strategy & Technology Division.

Dia melanjutkan dengan rekam jejak yang tak tertandingi di seluruh kawasan Asia Tenggara dan basis pelanggan dan merchant yang terus berkembang, Grab merupakan mitra terbaik yang akan membantu mempercepat adopsi kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Sebagai permulaan, Grab, Hyundai, dan KIA akan meluncurkan serangkaian proyek percontohan kendaraan listrik di Asia Tenggara yang dimulai dengan Singapura pada 2019. 

Proyek percontohan akan fokus pada penggunaan kendaraan listrik untuk memaksimalkan efisiensi biaya bagi mitra pengemudi Grab. 

Kemitraan terkait kendaraan listrik ini juga akan bekerja dengan para pemangku kepentingan regional, termasuk pemerintah dan pemain industri infrastruktur untuk meningkatkan infrastruktur kendaraan listrik di wilayah tersebut, seperti membangun jaringan pusat-pusat pengisian cepat. 

Kemitraan kendaraan listrik juga akan menjajaki pengembangan paket perawatan yang telah disesuaikan untuk mitra pengemudi kendaraan listrik Grab dan melakukan penelitian tentang bagaimana kendaraan listrik dapat diterapkan dengan cara paling efisien di Asia Tenggara, di bawah kondisi iklim yang panas dan lembab.

"Sebagai pemilik armada kendaraan listrik terbesar di Singapura, kami sangat bersemangat untuk membangun kemitraan industri dengan Hyundai Motor Group dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di seluruh Asia Tenggara. Kami memiliki visi yang sama tentang elektrifikasi mobilitas sebagai salah satu fondasi kunci untuk membangun platform transportasi yang ramah lingkungan dengan biaya terendah," kata Ming Maa, President of Grab.

Ketiga perusahaan juga akan menjajaki cara-cara penyesuaian kendaraan listrik dan mengoptimalkannya untuk platform layanan mobilitas.

Investasi tambahan ini didasarkan pada kemitraan strategis Grab dengan Hyundai dan berhasil menghimpun dana Grab mencapai USD2,7 miliar. Grab berada di jalur yang tepat untuk menggalang dana lebih dari USD3 miliar pada akhir tahun ini.

Investor dalam putaran pendanaan Grab saat ini termasuk Bookings Holdings, Microsoft, Toyota, dan lembaga keuangan terkemuka di dunia seperti OppenheimerFunds, Goldman Sachs Investment Partners, dan Citi Ventures.

Hyundai pertama kali berinvestasi di Grab pada bulan Januari, dan kedua perusahaan mulai menjajaki kolaborasi di sektor kendaraan listrik. Inisiatif terbaru Grab, yang memperluas kerja samanya dengan grup otomotif Korea untuk melibatkan Kia, adalah pencapaian penting dalam upaya berkelanjutan perusahaan untuk mempromosikan penggunaan kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Pada Agustus, Grab mengumumkan kemitraan dengan penyedia energi utilitas Singapura, SP Group, dimana kendaraan listrik Grab dapat menggunakan jaringan pengisian kendaraan listrik publik milik SP Grup.

Sejalan dengan komitmen untuk mendorong inovasi yang akan meningkatkan pijakannya di pasar mobilitas masa depan, Hyundai dan Kia telah melakukan investasi strategis yang signifikan dalam perusahaan rintisan yang menjanjikan. 

Dari teknologi seperti autonomous driving dan kecerdasan buatan (AI), hingga ride-sharing dan berbagai hal diantaranya, Hyundai Motor Group membangun jaringan pakar industri yang akan berkontribusi dalam peningkatan kualitas kehidupan orang melalui pengembangan layanan mobilitas yang inovatif. Sejalan dengan tujuannya untuk menjadi pemimpin dalam mobilitas yang ramah lingkungan, Hyundai Motor Group juga berencana untuk mengembangkan lebih dari dua kali lipat jumlah model ramah lingkungannya menjadi 38 pada 2025.