Selasa, 30 Oktober 2018 14:18 WITA

Harga Kakao Melambung, Produksi Malah Turun

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Andi Chaerul Fadli
Harga Kakao Melambung, Produksi Malah Turun

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menguatnya dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah membawa dampak positif terhadap petani kakao. Pasalnya harga beli ataupun penjualan komoditas tersebut melambung tinggi.

Hal itu terjadi karena transaksi pembelian maupun penjualan kakao, umumnya dilakukan dengan menggunakan dollar AS. Sehingga apabila kurs nilai dolar naik, maka harga kakao akan tinggi.

Per hari ini, Selasa (30/10/2018). Harga kakao kering telah menyentuh angka 2,13 USD. Jika dikonversi ke Rupiah, maka harganya mencapai Rp32.424.

Kendati nilai harga jual kakao cukup tinggi. Namun kondisi tersebut tidak serta membuat Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kakao di dunia dapat meraup untung besar.

"Disaat dollar kuat dan harga kakao sedang bagus, jumlah produksi biji kakao kita malah turun," kata Ketua Asosiasi Kakao Nasional (Askindo), Arie Nauvel Iskandar pada Rakyatku.com.

Arie mengungkapkan, hal itu terjadi karena jumlah biji kakao berkualitas tinggi dari hasil panen petani juga kian berkurang.

"Jika ingin mendapatkan hasil panen yang melimpah, petani kakao harus secara serius dalam melakukan pemeliharaan. Karena kalau tidak di pelihara secara baik dan tepat, maka produknya tidak akan banyak. Keuntungannya juga jadi sedikit," pungkasnya.