Sabtu, 20 Oktober 2018 19:30 WITA

Kredit Macet di Sulsel Dekati Batas Wajar

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Andi Chaerul Fadli
Kredit Macet di Sulsel Dekati Batas Wajar
Kepala OJK Region 6, Zulmi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) di Sulawesi Selatan pada Agustus 2018 mencapai 4,45 persen. Angka ini cukup tinggi jika dibandingkan Desember 2017, mencapai 3,43 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Zulmi menilai hal itu masih dalam batas wajar.

"Kalau berada di bawah 5 persen. Maka kredit NPL atau rasio kredit bermasalah, masih dalam batasan wajar dan dapat dikatakan berada pada level aman," ujar Zulmi saat ditemui di Expo Literasi dan Inklusi Keuangan Sulsel 2018 di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (20/10/2018).

Tingkat kredit bermasalah itu, tambah dia, disebabkan adanya debitur-debitur yang mengalami kesulitan usaha.

"Kalau (debitur) memiliki kesulitan usaha, maka pembayaran kembali ke bank ikut bermasalah. Akibatnya NPL kita naik hampir 2 persen dibanding tahun lalu," jelas dia.

Pada posisi Agustus 2018, pertumbuhan kredit di Sulsel mencapai 6,67% dengan nominal Rp117,19 trilliun. Sementara, pertumbuhan kredit double digit 11,11% dicapai industri Bank Perkreditan Rakyat.

Loading...