Kamis, 18 Oktober 2018 16:05 WITA

UMP 2019 Naik 8%, HIPMI Sulsel: Masih Dalam Batas Wajar

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Andi Chaerul Fadli
UMP 2019 Naik 8%, HIPMI Sulsel: Masih Dalam Batas Wajar
Waketum Hipmi Sulsel, Arianto Burhan Makka (tengah)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Arianto Burhan Makka menyatakan, penetapan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03 persen pasti akan menjadi beban bagi pengusaha.

"Berbicara dengan kapasitas sebagai pengusaha, tentunya segala bentuk penambahan biaya itu akan menjadi beban bagi produksi maupun segala bentuk kegiatan yang dijalani perusahaan," kata Arianto pada Rakyatku.com, Kamis (18/10/2018).

Dengan kata lain, berapa persen pun kenaikan UMP, tentu akan menjadi beban bagi pengusaha di Indonesia. Namun besaran yang telah ditetapkan itu, kata dia, masih dalam batas yang wajar.

"Namun sebagai pengusaha, kami tentu mau UMP bisa kurang lagi. Tapi itukan kerja-kerja dari dewan pengupahan. Intinya kami hanya menitip pesan, agar sebisa-bisanya angka ini direalistiskan. Supaya bisa tetap memicu perusahaan, khususnya yang baru berkembang," ujarnya.

Kendati demikian, kenaikan UMP 2019 sebesar 8,03 persen, dianggap Arianto merupakan sebuah win-win solution, yang diperkirakan dapat menjadi titik tengah antara pengusaha dan buruh.