Kamis, 11 Oktober 2018 10:31 WITA

JNE Pangkas Jarak, Buka Lebar Pasar: Kisah Sukses Pemilik Butik di Pelosok Gowa

Editor: Nur Hidayat Said
JNE Pangkas Jarak, Buka Lebar Pasar: Kisah Sukses Pemilik Butik di Pelosok Gowa
Butik 715 yang brlokasi di Sileo 1, Desa Paraikatte, Gowa, Sulawesi Selatan. 

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Memasuki era digital, banyak prinsip-prinsip usaha konvensional  yang perlahan-lahan bisa ditinggalkan. Salah satunya mengenai lokasi usaha. 

Masyarakat di tahun 80-an beranggapan lokasi usaha yang strategis dan berada di pusat kotalah yang akan meraih sukses. Setidaknya, hal inilah yang dapat dibantahkan oleh owner Butik 715, Nurjannah.

"Dulu, waktu saya baru mulai buka butik di sini, bapakku bilang, siapa mau beli, lokasi kita jauh sekali dari pusat kota. Jangankan pusat Kota Makassar, pusat ibu kota kabupaten pun cukup jauh," papar perempuan berhijab ini kepada Rakyatku.com.

"Bagaimana caramu mau buka pasar? Kalau cuma warga sini, cuma berapa orang," kata Anna mengulangi nasihat orang tuanya saat baru akan membuka butik di Sileo 1 Desa Paraikatte, Gowa, Sulawesi Selatan. 

Lokasi Butik 715 yang didirikan Nurjannah ini memang jauh dari kata strategis. Untuk menuju ke lokasi dibutuhkan waktu paling cepat 45 menit dari pusat Kota Makassar. Bahkan untuk jaringan telekomunikasi pun baru ada satu provider pada saat awal butik 715 didirikan. 

"Tapi, saat itu saya menyakini bahwa akan ada perubahan perilaku masyarakat, akan pola perdagangan yang berubah seiring dengan makin meleknya masyarakat dengan dunia digital," tutur Anna.

Butik 715  didirikan Anna 2011 lalu dan mengalami pertumbuhan pesat sejak 2015. Perkembangan pesat dari sisi penjualan, kata Anna, sangat ditopang oleh perkembangan dunia digital.

Berlokasi di sebuah pelosok dusun kecil bernama Sileo, Gowa, tidak membuat Anna berkecil hati. Di era digital ini, Butik 715 mampu menembus batas, memangkas jarak, dan membuka peluang pasar seluas-luasnya.

"Sekarang semuanya serba mudah, saya bisa promosi lewat sosial media, kalau ada yang minat dan lokasinya jauh, tinggal kirim pakai jasa pengiriman," kata Anna.

Anna mengaku, dengan bantuan jaringan internet dan perusahaan jasa logistik seperti JNE, ia dapat mempromosikan tokonya lebih luas dan mendapatkan pelanggan dari seluruh penjuru negeri.

Kini Anna berjualan bukan hanya secara offline tapi juga secara online melalui sejumlah media sosial. Dengan promosi melalui media sosial, kini omzetnya pun sudah mampu menyentuh angka puluhan juta pe rbulan. Padahal sebelumnya hanya mencapai ratusan ribu per bulan.

Jasa pengiriman logistik, kata Anna, telah berkontribusi cukup besar bagi pengembangan usahanya. Pasarnya kini bukan hanya di Sileo saja, tetapi bahkan telah meluas hingga ke Kalimantan dan Papua.

"Awalnya saya posting di Facebook itu gambarnya tokoku, sama gambar-gambar baju yang ada di toko. Sekarang saya juga sudah layani pengiriman keluar pulau. Sampai ke Kalimantan  dan Papua sekarang sudah ada pembeliku," terang Anna.

JNE Pangkas Jarak, Buka Lebar Pasar: Kisah Sukses Pemilik Butik di Pelosok Gowa

Menurut Anna, kehadiran jaringan kantor JNE di Gowa telah membebaskan dirinya untuk bereksplorasi, dengan konsumen yang lebih beragam. Bahkan dengan berbagai fitur kemudahan yang ditawarkan Anna makin leluasa.

"Ada yang mau diantarkan langsung ke rumahnya, ada juga yang self pick up. Untungnya JNE sudah ada layanan namanya pick up point. Jadi pelanggan yang datangi kantornya JNE untuk ambil barang. Ini biasanya untuk pelangganku yang kerja kantoran. Karena jarang ada di rumah makanya dia jemput sendiri barangnya," jelas Anna.

Terus Berinovasi

Sebagai salah satu pelanggan setia JNE, Anna berharap ke depan JNE menghadirkan layanan penjemputan barang. Misalnya saat barang yang akan dikirim memiliki jumlah yang cukup banyak, Anna dapat menelepon kantor JNE untuk dijemput paketnya.

"Kalau paketnya cukup banyak dan saya tidak sempat antarkan, saya berharap bisa dijemput sama kurir," kata dia. 

Terkait permintaan Anna tersebut, Kepala Cabang JNE Makassar Andrey Laogi, mengatakan JNE sebenarnya juga menyediakan fasilitas jemput barang. Hanya saja, sifatnya untuk korporat dan untuk para langganan tetap.

"Kalau sekali-sekali itu belum. Atau kalau tiba-tiba suruh jemput itu belum. Kecuali datang untuk minta berlangganan. Tanpa syarat. Maka agen-agen kami akan jemput," katanya.

Andrey mengatakan, pihaknya tentu akan selalu memikirkan layanan terbaik dan kemudahan kepada konsumen. Salah satunya dengan persebaran jaringan agen di mana-mana.

"Ini jelas akan memudahkan pengirim karena tidak terlalu jauh dari kediaman konsumen. Kita ingin lebih dekat dengan pelanggan," kata Andrey.

Di wilayah cakupan Kantor Cabang Makassar yang membawahi Sulawesi Selatan dan Barat, jumlah outlet JNE yang disebut sebagai agen kini mencapai 171 agen. Terbanyak 59 agen ada di Kota Makassar. "Makassar berkontribusi terbesar sampai 60 persen dari frekuensi pengiriman," ujarnya.

Andrey berujar, JNE juga selalu update dalam digitalisasi layanan lewat aplikasi My JNE. Aplikasi yang memudahkan konsumen untuk melakukan berbagai hal. Pengecekan status pengiriman dan kiriman orang lain dengan lebih cepat. Bisa cek tarif. Cek lokasi pengiriman tercepat. Termasuk membuat order dari toko online dan menggunakan JNE sebagai mediasi pembayaran.

Bukan hanya itu, lewat fitur My JOB, aplikasi ini akan bisa menghilangkan antrean. Konsumen bisa melakukan pendaftaran secara mandiri sehingga tidak lagi antre. "Jadi barangnya sisa dijemput atau langsung bawa ke JNE,. Tanpa antre lagi," ujarnya.