Senin, 08 Oktober 2018 10:50 WITA

Genjot Perbaikan Industri, Menperin Minta Utang Kredit IKM di Palu Dihapuskan

Editor: Andi Chaerul Fadli
Genjot Perbaikan Industri, Menperin Minta Utang Kredit IKM di Palu Dihapuskan

RAKYATKU.COM - Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartanto terus berupaya untuk memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat pascagempa dan tsunami di Sulteng serta wilayah sekitarnya. Misalnya, bagi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang terkena dampak bencana, akan mendapat bantuan peralatan supaya mereka bisa kembali berproduksi.

“Untuk itu, diharapkan kita semua bisa sama-sama saling bergotong-royong agar IKM ini bisa kembali berusaha sehingga kegiatan ekonomi masyarakat berangsur-angsur pulih,” ujarnya.

Kemenperin juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menghapuskan hutang kredit bagi pelaku IKM yang terkena dampak bencana agar dapat mengurangi beban mereka.

Saat ini, Kemenperin masih mendata jumlah IKM yang menjadi korban tersebut. “Kami terus berupaya merehabilitasi dan menerima masukan-masukan, karena masih satu minggu. Pemerintah merespons cepat dan komit untuk segera memulihkan aktivitas ekonomi dan industri,” terangnya.

Sementara untuk memfasilitasi rekonstruksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Kemenperin akanmemasukkan ke dalam anggaran tahun depan. “Karena ada beberapa yang harus diperbaiki,” ungkapnya. 

Namun demikian, menurut Airlangga, investor yang akan masuk di KEK Palu masih berjalan normal. “Kami mengapresiasi para investor yang ingin terus merealisasikan investasi di KEK Palu,” imbuhnya.

Bahkan, kegiatan sejumlah industri di kawasan Morowali masih terus berjalan pascagempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala. Pasalnya, lokasi salah satu pusat industri smelter di Sulawesi Tengah tersebut berada cukup jauh dari daerah bencana sehingga dampak yang ditimbulkan tidak terlalu signifikan.

“Kegiatan pasti terdampak, tetapi tidak terlalu signifikan. Kegiatan industri di Morowali masih tetap berjalan,” tuturnya. Airlangga menegaskan, bagi pemerintah, saat ini yang terpenting harus dilakukan adalah terus melaksanakan proses evakuasi dan memulihkan trauma para korban bencana.

Dalam peninjauan langsung di beberapa titik lokasi bencana, Menperin didampingi Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono. Selain itu, turut hadir Ketua Banggar DPR RI Aziz Syamsuddin dan Wakil Ketua Komisi VI Dito Ganinduto.

“Dengan demikian, para anggota parlemen melihat secara langsung kondisinya, sehingga tentunya akan sejalan dengan upaya pemerintah,” tuturnya. Kemenperin juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam pemulihan pascagempa dan tsunami di wilayah Sulteng dan sekitarnya.