Jumat, 05 Oktober 2018 14:48 WITA

Arianto Burhan Harap Pemerintah Lakukan Pendampingan UMKM

Editor: Andi Chaerul Fadli
Arianto Burhan Harap Pemerintah Lakukan Pendampingan UMKM
Arianto Burhan Makka (baju merah)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pengusaha muda Sulsel, Arianto Burhan Makka (ABM), berharap agar pemerintah melakukan pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) demi meningkatkan ekonomi kerakyatan.

ABM juga menyatakan kesiapannya untuk membantu fasilitasi pendampingan itu melalui instansi terkait jika kelak duduk di kursi DPD RI.

Menurut calon DPD RI nomor urut 25 ini, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap UMKM, pendampingan UMKM sangat penting demi kelangsungan hidup usaha kecil.

Perkembangan teknologi juga memaksa UMKM harus terus dibina melalui metode digitalisasi agar pergerakan usaha pelaku UMKM berlangsung cepat dan atraktif.

Selain itu, UMKM akan mampu membangun jejaring pemasaran yang kuat dengan pola online dan tentunya dengan biaya promosi yang lebih murah dan mudah.

Arianto Burhan Harap Pemerintah Lakukan Pendampingan UMKM

Wakil Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel ini, sistem digitalisasi memaksa pelaku usaha harus bergerak cepat. Bukan berarti pola offline tidak bagus, tetapi era digital sekarang membuat segalanya menjadi mudah.

"Perlahan UMKM harus akrab dengan sistem digitalisasi. Menjalankan usaha dengan metode online. Tinggal bagaimana kita membantu pemerintah agar peduli dengan pelaku UMKM dengan melakukan pendampingan dimulai dari pelatihan secara berkala," jelasnya di Makassar, Jumat (5/10/2018).

Menurut ABM, UMKM merupakan basis kemajuan ekonomi kerakyatan. Di samping karena modalnya kecil, hampir semua orang bisa melakukannya. Sehingga, peningkatan jumlah pelaku usaha saatnya harus terus bertumbuh agar masyarakat mandiri dan meningkatkan taraf hidupnya.

Arianto Burhan Harap Pemerintah Lakukan Pendampingan UMKM

ABM juga berharap agar pelaku UMKM di Sulsel diharapkan bisa meningkat sekitar 5% per tahun sehingga dapat berperan lebih besar dalam menggerakkan ekenomi  kerakyatan.

Selain pelatihan dan pendampingan, lanjut ABM, berbagai aspek lain untuk mendorong gairah UMKM adalah melibatkan mereka dalam berbagai agenda atau even penting pemerintah di bidang ekonomi, seperti pameran dan membantu mereka mempromosikan produk UMKM.

Menurut ABM, data Dinas Koperasi Sulsel dan BPS menyebutkan, pelaku UMKM saat ini sudah mencapai kisaran 1 juta UMKM yang sudah berperan memberikan kontribusi besar di sektor riil.

"Itu berarti pertumbuhan UMKM di Sulsel cukup bergairah bahkan ikut berperan dalam keberhasilan Sulsel mencapai pertumbuhan ekonomi nasional di atas rata-rata yang mencapai 8 persen pertahun," jelasnya.

ABM menambahkan, jika pertumbuhan UMKM terus meningkat, maka ekonomi kerakyatan akan maju. Selain itu, masyarakat akan lebih mandiri dan mapan tanpa harus berkutat atau bersaing menjadi pegawai kantoran.