Kamis, 04 Oktober 2018 17:54 WITA

Cegah Inflasi, Sulsel Waspadai Kenaikan Harga Ikan Teri Sampai Cabai

Penulis: Sartika Marzuki - Arfa Ramlan
Editor: Andi Chaerul Fadli
Cegah Inflasi, Sulsel Waspadai Kenaikan Harga Ikan Teri Sampai Cabai
Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) saat memberikan keterangan pers, pada Kamis (4/10/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Secara tahunan pada September 2018, tekanan inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tetap terkendali. Tercatat, tekanan inflasi tahunan bulan ini jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Bambang Kusmiarso mengungkapkan, tingkat inflasi September 2018 sebesar 3,09 persen (yoy). Angka ini lebih rendah dibanding bulan sebelumnya, yang mencapai 3,92 persen (yoy).

Tekanan inflasi tahunan Sulsel bulan ini, juga jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata inflasi 5 tahun terakhir, yang tercatat sebesar 4,48 persen (yoy).

"Penurunan tersebut utamanya terjadi pada kelompok bahan makanan, yakni dari 7,25 persen (yoy) pada Agustus 2018 menjadi 5,42 persen (yoy) di September 2018," kata Bambang, Kamis (4/10/2018).

Namun demikian, lanjut Bambang, terdapat beberapa komoditas yang perlu diwaspadai hingga akhir tahun ini. Pasalnya, secara historis komoditas itu cenderung menunjukkan peningkatan harga dan berpotensi menyebabkan inflasi.

Komoditas tersebut antara lain cabai, daging, telur ayam ras, beras, ikan bandeng, ikan teri, ikan layang, bawang merah, tomat, kangkung dan ikan cakalang.

"Guna mencegah terjadinya inflasi, diperlukan adanya koordinasi dan upaya stabilitas harga. Utamanya dalam pengendalian kelompok bahan makanan. Apalagi pola inflasi Sulsel cenderung terjadi pada awal, pertengahan dan akhir tahun," ujar Bambang.