Jumat, 28 September 2018 12:49 WITA

Produksi Kakao di Indonesia Turun Hingga 60 Persen

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Produksi Kakao di Indonesia Turun Hingga 60 Persen

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Produksi kakao di Indonesia terus menurun dalam 13 tahun terakhir. Terhitung sejak 2005, penurunan bahkan mencapai 60 persen.

Corporate Affairs Manager PT Mars Symbioscience Indonesia, Mohammad Khomeiny mengatakan, jika pada tahun 2005 Indonesia berada di peringkat 3 besar, tahun ini diperkirakan bisa turun ke posisi 5 besar.

"Perkiraan itu berdasarkan data The International Cocoa Organization (ICCO) dan Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKO)," ungkap Khomeiny pada Rakyatku.com, Jumat (28/9/2018).

Khomeiny menuturkan, penurunan disebabkan adanya kompetisi dengan komoditi lain. Seperti nilam, merica, sawit dan tembakau.

"Dukungan dari pemerintah terhadap kakao juga menjadi faktor penyebab lain. Kita ketahui, saat ini pemerintah hanya memberikan intensif program untuk sektor persawahan dan sawit. Sedangkan kakao masih sangat kurang," tuturnya.

Selain itu, tingginya angka urbanisasi dari desa ke kota, menyebabkan regenerasi petani utamanya yang mengelolah perkebunan kakao kian berkurang. Akibatnya tanah menjadi tak terawat.

"Sebagian besar tanaman kakao, khususnya yang ada di Sulawesi Selatan kondisinya juga sudah tua. Sangat rentan hama dan penyakit, sehingga tanaman kakao tidak lagi produktif," ungkapnya.

Olehnya, lanjut Khomeiny, PT Mars Symbioscience Indonesia hadir dengan beragam program. Guna mendorong peningkatan produksi kakao, khususnya di wilayah Luwu Raya.

Antara lain Next Generation yang mencakup pelajar dan komunitas pemuda, cocoa doctor, farmer first dan program lainnya.