Jumat, 21 September 2018 12:38 WITA

Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Diperkirakan Terus Melebar

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Diperkirakan Terus Melebar

RAKYATKU.COM - Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang terjadi saat ini terhadap perekonomian Indonesia diperkirakan akan semakin melebar. 

Perkiraan ini disampaikan oleh Country Director World Bank Indonesia Rodrigo Chaves di Jakarta pada Kamis (20/9/2018).

"Defisit transaksi berjalan diperkirakan akan melebar menjadi 2,4 persen dari PDB pada tahun 2018 dan stabil pada 2,3 persen di tahun 2019," Rodrigo Chaves, yang dikutip dari Kompas, Jumat (21/9/2018). 

Ia menjelaskan, semakin melebarnya CAD ini terjadi lantaran masih dangkalnya sektor keuangan Indonesia. Kondisi ditambah pula dengan tingkat ekspor dan investasi langsung asing (FDI) yang masih rendah. 

Loading...

"Itu kemudian menyiratkan bahwa tekanan dari arus keluar modal kemungkinan akan terus berlanjut," tambahnya.
 
Melebarnya CAD hingga akhir 2018 dan berlanjut pada 2019 juga turut terjadi lantaran arus keluar pendapatan utama yang lebih rendah dengan diimbangi nilai tukar perdagangan yang lebih lemah. Di sisi lain, permintaan investasi yang terus berlanjut untuk barang modal impor dan menurunnya pertumbuhan para mitra dagang utama juga berperan atas kemungkinan melebarnya CAD tersebut. 
Chaves juga mengatakan, langkah-langkah pemerintah untuk menekan mengurangi CAD dengan menaikkan pajak terhadap 1.147 komoditas impor dan menunda proyek infrastruktur dinilai tidak akan memiliki dampak besar pada CAD waktu dekat ini. 

"Langkah-langkah tersebut sebenarnya mungkin memiliki akibat yang tidak diinginkan mengingat kebutuhan Indonesia untuk memperluas ekspor, yang mensyaratkan pemberian fasilitas impor, dan keuangan infrastrukturnya yang besar,” ungkap dia. 

Sementara itu, risiko penurunan pertumbuhan ekonomi juga bakal muncul seiring dengan gejolak global yang terjadi. Hal itu membuat pengetatan tambahan terhadap kondisi ekonomi makro nasional.

Loading...
Loading...