Jumat, 07 September 2018 12:19 WITA

BPJS Kesehatan Tunggu Suntikan Dana Dari Pemerintah Tutupi Tunggakan Rp3,5 Triliun

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
BPJS Kesehatan Tunggu Suntikan Dana Dari Pemerintah Tutupi Tunggakan Rp3,5 Triliun
Sumber Foto: Kontan.

RAKYATKU.COM - Untuk menutup tunggakan utang obat sebesar Rp3,5  triliun, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menunggu suntikan dana dari pemerintah.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan, pihak Gabungan Perusahaan Farmasi mengerti atas keadaan saat ini.

"Beberapa waktu yang lalu, kita sudah bertemu dengan Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi, ya kami sudah buka semuanya secara transparan. Dan mereka cukup mengerti dengan keadaan kita sekarang," ujarnya, seperti yang dikutip dari Kontan, Jumat (7/9/2018).

Ia menambahkan, pihaknya sebenarnya tidak ingin tunggakan ini berlangsung lama. Soalnya, setiap tunggakan yang terjadi pihak BPJS Kesehatan harus menanggung pinalty sebesar 1% dari tunggakan yang ada pada setiap item yang diberikan.

Terkait tunggakan yang dibayarkan, pihak BPJS Kesehatan belum bisa menyebutkan secara terperinci. Iqbal mengungkapkan jika BPJS Kesehatan kesulitan untuk menemukan data mana saja yang terjadi tunggakkan.

BPJS Kesehatan selalu membayarkan biaya yang diajukan oleh rumah sakit selalu dengan paket. Sehingga terkadang ada data yang terlewat. 

"Kami melihat tentu dengan objektif, artinya kita membayar sesuai dengan first in - first out, ketika kami sebetulnya berharap pemerintah juga memberikan bantuan kan ini masih berproses," katanya.

Sebelumnya, terdapat surat yang dikeluarkan GP Farmasi Indonesia. Pada surat tersebut diungkapkan BPJS Kesehatan miliki tunggakan pembelian obat yang sudah jatuh tempo sebesar Rp3,5 triliun.

Diketahui, saat ini review dari BPKP telah diterima Kementerian Keuangan (Kemkeu). Selain bantuan dana, ada pula upaya lain dengan melakukan bauran kebijakan untuk mengatasi persoalan keuangan BPJS Kesehatan.